Belasan cyclist asal komunitas gravel dari Banyuwangi, Samar Wulu, akan berbondong-bondong ke Blitar pada 19 April mendatang. Tujuannya untuk menjajal rute off-road yang menantang di event Nggravel Blitar 2026. 

Perihal ketertarikan dengan Nggravel Blitar 2026, Rony Rosady, perwakilan Samar Wulu, menyebut hal ini diawali oleh cerita dari dua anggota yang sebelumnya berpartisipasi di edisi tahun lalu. Cerita sangat menggoda karena rutenya sangat seru, apalagi pemandangannya juga indah. 

"Dua orang tahun lalu sudah ikutan dan ceritanya seru banget," kata Rony. 

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road

Godaan Nggravel Blitar 2026 makin menjadi karena Founder Mainsepeda, Azrul Ananda menegaskan bahwa eksplorasi rutenya semakin luas. Tidak hanya Blitar utara dengan keindahan kaki Gunung Kelud-nya, tapi juga Blitar Selatan yang punya rute off-road yang lebih bervariasi. 

"Mengeksplorasi jalur yang ga umum bikin seru. Semakin penasaran setelah lihat podcast Mainsepeda kemarin, katanya karakternya beda antara bagian utara dan Selatan," tambahnya. 

Samar Wulu sendiri baru terbentuk pada 19 November 2024. Penamaan komunitas ini cukup unik karena disesuaikan agenda bersepeda di momen samar wulu, waktu peralihan antara terang ke gelap ketika matahari terbenam. Biasanya waktu itu, langit sedang indah-indahnya dengan semburat warna merah yang menarik untuk diabadikan dengan mata kamera. 

Agenda bersepeda Samar Wulu ketika peralihan antara terang ke gelap ketika matahari terbenam. 

Anggota Samar Wulu pun cukup beragam, bahkan ada yang menggunakan seli. Totalnya 76 anggota. Untuk agenda gowes bareng tidak ada jadwal yang pasti. Setidaknya agenda dilakukan dua bulan sekali. Rutenya pun berbeda-beda, memanfaatkan jalur bersepeda off-road di Banyuwangi yang tak kalah menarik dari Blitar. 

Mainsepeda sendiri berencana menggelar Nggravel Glenmore di Banyuwangi pada 10 Oktober mendatang. Glenmore adalah kawasan perkebunan tebu yang punya jalanan tanah padat yang cocok untuk event gravel. Rutenya dijuluki sebagai Unbound Gravel-nya Indonesia karena karakteristik jalan yang mirip dengan event gravel terkenal yang digelar di Kansas, Amerika Serikat itu. 

"Mainsepeda termasuk EO (event organizer) yang sangat kompeten untuk menyelenggarakan acara sepeda. Dan salut, mulai 1-2 tahun terakhir, eventnya mulai bervariasi ga harus roadbike, tetapi semua jenis sepeda," imbuh Rony. 

Seperti diketahui, Nggravel Blitar 2026 merupakan event gravel yang diselenggarakan Mainsepeda dengan dua kategori berbeda: race dan non race.

Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Antisipasi Hujan Parah, Siapkan Rute Plan B

Kategori race akan dibagi menjadi dua jenis kompetisi berdasarkan jenis sepeda, Gravel Bike (Drop Bar) dan MTB (flat bar). Masing-masing kategori akan mempertandingkan lima kelompok umur. Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up. Sedangkan, kategori non-race akan melewati rute berjarak 80 Km.

Para peserta dilarang memakai sepeda bertenaga listrik atau e-Bike. Demi kenyamanan dan keamanan, Mainsepeda juga merekomendasikan penggunaan ban sepeda dengan lebar 40 mm atau lebih. (Mainsepeda)

Populer

Nggravel Blitar 2026: Target Finish Happy sekaligus Menikmati Tantangan Gravel yang Komplet
Nggravel Blitar 2026 Resmi Dimulai: 360 Cyclist Nikmati Surganya Off-Road
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map
Nggravel Blitar 2026: Cyclist Lokal Tak Mau Berbagi Podium
Nggravel Blitar 2026: Spesialis Tanjakan Jajal Tantangan Off-Road
Angkut Sepeda dengan Vespa dari Lombok, Dede Siap Kompetitif di Nggravel Blitar 2026
Kediri Dholo KOM: 10 Rekomendasi Kuliner Kediri Versi Warlok Ivo Ananda, Cobain Yuk!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!