Nggravel Blitar 2026 bakal diselenggarakan pada Minggu, 19 April mendatang. Ada rute 100 km untuk yang Race, ada rute 80 km untuk Non Kompetitif. Cuaca buruk dan hujan lebat belakangan ini membuat panitia dari Mainsepeda harus terus melakukan pemantauan. Bahkan harus menyiapkan rute Plan B.
Panitia telah melakukan beberapa kali cek rute. Termasuk oleh "si monster" John Boemihardjo, dan terakhir oleh Azrul Ananda dkk pada Jumat, 27 Maret kemarin. Rupanya, cuaca dan hujan terus menerus membuat kondisi rute yang disiapkan terus memburuk. Panitia pun menyiapkan Plan B untuk event nanti.
Azrul Ananda dan rombongan berfoto di depan Kantor Bupati Blitar yang akan jadi lokasi start.
"Start masih sama, di Kantor Bupati Blitar. Finish juga sama, di Candi Penataran Blitar. Kalau hujan normal biasa, rute seharusnya aman. Namun, kami harus menyiapkan rute alternatif demi kelancaran dan keselamatan semua", kata Azrul, founder Mainsepeda.
Azrul menjelaskan, tahun ini rute akan melintasi kawasan Selatan dan Utara Blitar. Dua wilayah dengan karakter gravel yang berbeda. "Selatan itu lebih 'kasar' sementara Utara lebih hilly. Blitar ini benar-benar memiliki semua kebutuhan tantangan off road. Kami ingin memastikan peserta bisa menguji kemampuan, tapi tetap having fun", tegasnya.
Jalur single track di pinggir aliran sungai.
Panitia akan segera merilis rute resmi Nggravel Blitar 2026. Namun bisa mengeluarkan revisinya sebelum Hari H apabila kondisi rute dianggap kurang ideal.

Nggravel Blitar 2026 terbuka untuk gravel bike (drop bar) dan MTB (flat bar). Peserta disarankan menggunakan ban dengan lebar minimal 40 mm. Pendaftaran masih bisa dilakukan lewat Mainsepeda App. (*)