Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) mengirimkan pesan peringatan yang sangat jelas kepada seluruh pesaingnya di musim 2026. Melalui aksi solo di tanjakan hors categories (HC) ke puncak Coll de Pal, pembalap asal Denmark ini sukses mengamankan kemenangan etape 5 Volta a Catalunya pada Jumat, 27 Maret 2026. Kemenangan ini sekaligus menghantarkannya ke puncak klasemen General Classification (GC) sekaligus membuka lebar-lebar merebut gelar kedua musim ini setelah Paris-Nice beberapa waktu lalu.

Etape ini menjadi ajang pembuktian mentalitasnya setelah cuaca buruk memaksa penyelenggara membatalkan pendakian Vallter 2000 sehari sebelumnya. Kali ini angin kencang juga membuat rute dipangkas 2,2 kilometer, tersisa 17 kilometer di tanjakan brutal Coll de Pal. Meskipun demikian, segmen ini tetap menjadi "neraka" bagi sebagian besar pembalap. Terkecuali bagi Vingegaard.

Baca Juga: Volta a Catalunya 2026-Etape 4: Rute Dipangkas, Ethan Vernon Berjaya di Camprodon

Dominasi pembalap Denmark itu dimulai ketika balapan menyisakan 7 kilometer. Di saat para pesaing mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat gradien tanjakan yang ekstrem, Vingegaard malah melancarkan akselerasi tunggal. Tak selang lama, juara Tour de France ini menghilang di balik tikungan, meninggalkan kelompok pengejar dalam keputusasaan.

Ia melintasi garis finis sendirian, menaklukkan queen stage Volta a Catalunya 2026 dengan heroik. Vingegaard finish 51 detik lebih cepat dari pesaing terdekatnya Felix Gaal (Decathlon CMA CGM) dan unggul di atas 1 menit dari Lenny Martinez (Bahrain-Victorious) yang berada di peringkat ketiga. 

"Saya tidak merasa dalam kondisi terbaik di awal, tapi di tanjakan terakhir perasaan saya berubah baik. Saya menyukai kemenangan dan itulah alasan saya di sini," aku Vingegaard usai balapan. 

Hasil ini membuatnya merebut tahta pemimpin GC dari tangan Dorian Godon (Ineos Grenadiers). Ia pun menciptakan jarak waktu yang cukup lebar dengan unggul 57 detik dari Gall dalam persaingan meraih juara umum. "Saya senang dengan jarak yang saya ciptakan hari ini," imbuhnya.

Sebaliknya, etape ini menjadi mimpi buruk bagi dua bintang lainnya. Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) harus membayar mahal dampak kecelakaan yang dialaminya dua hari lalu. Ia tercecer lebih awal dan finish di posisi keenam dengan defisit 1 menit 37 detik—sebuah jarak yang sangat sulit dikejar untuk ambisi gelar juara umum.

Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix

Nasib serupa menimpa Tom Pidcock (Pinarello Q36.5). Pembalap serba bisa asal Inggris ini dilaporkan terjatuh di jalur turunan sebelum pendakian terakhir dimulai, membuatnya kehilangan banyak waktu dan terlempar dari persaingan papan atas.

Vingegaard berpeluang memperlebar keunggulannya karena etape berikutnya kembali memamerkan jalur pegunungan. Rute Berga menuju Queralt akan menempuh jarak 158 Km dengan empat tanjakan utama. Tanjakan kategori 3 di Coll de la Bataillola akan menjadi segmen pemanasan. Setelah para cyclist akan menanjak di tanjakan HC di Col de Pradell dan ditutup dua tanjakan kategori 1, salah satunya finish di puncak Santuari de Queralt. (Mainsepeda) .

Results powered by FirstCycling.com

Populer

E3 Saxo Classic 2026: Van der Poel Berdarah-darah Cetak 'Hattrick' Bersejarah
Volta a Catalunya 2026-Etape 5: Vingegaard 'Terbang' di Coll de Pal
Sepuluh Produk/Hal Bersepeda Favorit AZA Tahun 2020
Giant TCR Generasi 9, Menolak Tren Dropped Seatstay
Kolom Sehat: Bromo KOM Dulu, Sekarang, dan Nantinya 
Seri 2: Barang-Barang Baru di All Things Gravel Expo 2022
Kolom Sehat: Eh Hujan Gerimis Aje
Hiyaaaaa, Sudah Muncul Pinarello Dogma F12
Kolom Sehat: Twisting Plot Unbound
Trek Domane SLR Baru Bisa Pakai Ban 38 Mm