Memasuki bulan Ramadhan, rutinitas komunitas sepeda biasanya berubah drastis. Namun, bagi komunitas Nubie Cycling Club (NCC), ibadah puasa bukan alasan untuk menggantung sepeda di dalam rumah. Komunitas yang berbasis di kawasan Kota Wisata Cibubur ini memiliki cara untuk tetap aktif tanpa mengganggu ibadah puasa.
NCC tetap menjalankan agenda latihan rutin setiap Minggu pagi dengan tema No Bidon Ride di rute Kota Wisata (Kowis) Loop. Istilah ini merujuk pada kebiasaan bersepeda tanpa membawa botol minum (bidon) karena para pesepeda sedang menjalankan ibadah puasa.
"Latihan rutin di hari Minggu tetap berjalan, meskipun dengan intensitas yang lebih ringan dibandingkan hari biasa," ujar Ketua Nubie CC, Hananto.
Tradisi ramadan Nubie CC sudah dilakukan sebelum bulan puasa. NCC rutin menggelar "Munggahan Ride", gowes bersama sebelum Ramadhan dimulai. Lokasinya tetap mengambil rute internal di Boulevard Kota Wisata sepanjang 4 kilometer per putaran.
Baca Juga: DMCT Rilis Jersey Kelima, Desain Terinspirasi Tim Balap Pro Belanda
Bagi member NCC, Munggahan Ride bukan sekadar mengejar performa atau jarak tempuh, melainkan ajang silaturahmi untuk saling bermaafan. Setelah menempuh jarak sekitar 40-50 kilometer (10-12 lap), kegiatan biasanya ditutup dengan sesi kumpul bersama antar anggota.
Selain gowes pagi yang intensitasnya diturunkan, NCC juga mengakomodasi anggotanya yang lebih nyaman bersepeda setelah berbuka puasa melalui agenda Night Ride. Berbeda dengan rute pagi, Night Ride biasanya dipindahkan ke kawasan Cibubur Business District (CBD). Pemilihan lokasi ini didasari atas pertimbangan keselamatan dan kenyamanan karena rute Kowis Loop lebih ramai masyarakat.
Nubie CC saat agenda gowes bareng di akhir pekan.
"Kami memilih jalur CBD karena kondisi aspalnya bagus dan lalu lintasnya relatif tidak terlalu ramai saat malam hari. Di jalur utama Kota Wisata sendiri biasanya sangat padat oleh kendaraan yang parkir karena ada kegiatan di masjid atau acara buka puasa bersama," tambahnya.
NCC sendiri terbentuk pada Mei 2021, di tengah tren bersepeda yang melonjak saat pandemi Covid-19. Komunitas ini lahir dari inisiatif tiga orang pesepeda yang merasa membutuhkan wadah inklusif bagi para pemula (newbie).
Baca Juga: RIP King Liu: Sosok di Balik Sepeda "Made in Taiwan" Bisa Bersaing di Level Global
Kini, dengan total 59 anggota yang terdaftar, NCC terus mengedepankan prinsip kebersamaan. Merangkul pesepeda yang ingin berlatih bersama tanpa merasa sungkan dengan label "pemula".
Nubie CC saat gobar di jalur Luna Maya di Yogyakarta.
"Kami mengunakan kata Nubie karena memang kami masih pemula, dan kami ingin mewadahi para goweser nubie lainnya yang mau Latihan gowes bareng (gobar), namun segan atau tidak diterima di komunitas lain," tuturnya.
Sejumlah member Nubie CC seringkali mengikuti event-event Mainsepeda, seperti Bromo KOM. Namun, ada magnet baru tahun ini. Mainsepeda menggelar event bersepeda jarak jauh di Jawa Barat untuk pertama kali: West Java Journey (WJJ) pada 5-6 Desember 2026. Jarak yang relatif dekat dari Cibubur membuat beberapa anggota penyuka long ride berminat mendaftar.
Aditya Wibawa, member Nubie CC, saat mengikuti event EJJ 2026 awal Februari lalu.
Salah satunya adalah ultra cyclist jebolan East Java Journey (EJJ), Aditya Wibawa. "Insha Allah, WJJ nanti akhir tahun, let see semoga semesta mendukung," tutur cyclist 43 tahun itu.
Aditya sendiri dua tahun beruntun mengikuti EJJ 1.500 Km pada 2025 dan 2026. Pada 2025, ia dipaksa Did Not Finish (DNF). Hal ini membuat Aditya lantas remidial pada EJJ 2026. Persiapan yang jauh lebih matang dan mental yang teruji membuatnya sukses finish under Cut off Time (CoT). Aditya menyelesaikan tantangan 1.500 Km dengan catatan waktu 152 jam 32 menit 49 detik. (mainsepeda)