Persaingan kategori pair pada East Java Journey (EJJ) 2026 – 1.500 Km berlangsung kompetitif. Lima pasangan ultra cyclist yang terlibat persaingan, sejauh ini tetap survive melanjutkan perjalanan mengelilingi Jawa Timur. Bahkan, seluruhnya telah menuntaskan separuh perjalanan dengan mulus. Mencapai check point (CP) 2 di Blitar jauh di bawah cut off time (CoT) yang ditentukan panitia, pada Kamis, 5 Februari 2026 pukul 21.00 WIB. 

Dari pantauan live tracker pukul 13.00 WIB, pasangan Miswanto dan Yusuf Kibar melesat terdepan tanpa kendala. Pasangan Ayah-Anak ini sudah melibas rute di atas 1.000 Km. Artinya, hanya tersisa sepertiga perjalanan lagi untuk menyentuh finis di Surabaya dan merebut podium juara. Sementara itu, pasangan Budi Suyanto dan Muhammad Ikhwan Dharmawan membuntuti di urutan kedua terdepan dengan jarak 125 kilometer.

Duet Budi dan Ikhwan kini menempati posisi kedua EJJ 2026 kategori Pair.

Baca Juga: EJJ 2026: Kena Dobel Kendala, Muhammad Suhud Harus Beli Ban sekaligus Smartphone Baru

Nah, persaingan yang berlangsung sengit justru terjadi pada perebutan podium ketiga. 

Ivo-Fian berpeluang podium di EJJ 2026 di kategori pair. 

Ada tiga pasangan cyclist yang sedang berjuang memperebutkannya. Pair female satu-satunya pada EJJ 2026 – 1.500 Km, Ivo Ananda-Arfiana Khairunnisa untuk sementara yang berpeluang podium. Mereka sudah melintas di atas Km 800.

Namun, posisi pair Ivo-Fian masih cukup riskan terkejar. Pasalnya pair lainnya, yakni Aris Supriyanto-Slamet Riadi serta Doni Arta-Rina Harjianto terus menguntit pada posisi ke-4 dan ke-5, dengan jarak antara 20 hingga 30 kilometer di belakang Ivo-Fian. 

Doni Arta-Rina ketika melintasi Bendungan Lahor.

"Persaingan pada kategori pair justru berjalan ketat dan menarik disimak pada perebutan podium ketiga. Apalagi, mereka memasuki segmen queen stage di EJJ 2026. Segmen paling sulit dimulai pada Km 785 di JLS Blitar via Tambakrejo hingga Pacitan dengan elevation gain (eg) mencapai 4.000 meter," ujar Aditya Muslik, Race Director EJJ 2026.

Aris dan Slamet ketika berada di Curah Kobokan.

Para cyclist akan diuji daya tahan hingga manajemen energi dan efisiensi waktu istirahat. Hal ini akan menjadi penentu siapa dalam perebutan tempat ketiga kategori pair ini. 

Baca Juga: EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2

Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)

Populer

Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Bromo KOM 2026: Dari Aspal Jalan Sampai Kebutuhan Medis Dibahas Serius
Jonas Vingegaard Yakin Tampil Lebih Kuat di Tour de France 2026
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu