Abdul Soleh bermimpi untuk meraih gelar juara umum Mainsepeda Trilogy 2025. Ia menargetkan diri 'sapu bersih' gelar Trilogy itu sejak konsep balapan itu diperkenalkan pada 2022 lalu. 

Akan tetapi, cyclist 33 tahun ini mendapatkan tantangan serius tahun ini. Jelang seri terakhir di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM pada Sabtu, 27 September 2025, Abdul masih memiliki 'pekerjaan rumah' mengejar defisit empat poin dari bintang PWR Racing Team, Muhammad Raihan Maulidan. Abdul saat ini mengoleksi 22 poin, sedangkan Raihan unggul dengan 26 poin.

Jika ingin kembali juara, Abdul harus memenangi balapan ke puncak Paltuding, Ijen. Itu pun belum pasti mampu membuatnya menggondol trofi Mainsepeda Trilogy 2025. 

Baca Juga: Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Start 06.00 WIB Demi Nikmati Sunrise, Cut off Time 13.30

Apabila skenario memaksa Raihan runner up di Ijen dan Abdul merebut finisher pertama. Raihan akan ditetapkan sebagai juara umum. Keduanya akan meraih poin sama 62 poin (ada tambahan 20 poin karena mengikuti seluruh seri Trilogy), tapi capaian podiun Raihan lebih baik karena sanggup sekali podium pertama kala menjuarai Kediri Dholo KOM dan peringkat kedua di Ijen. Sedangkan, Abdul sebelumnya hanya naik podium sebagai peringkat ketiga di seri Bromo KOM 2025. 

Seperti diketahui, Juara pertama di setiap seri akan mendapatkan 20 poin. Kemudian runner-up memperoleh 16 poin. Delapan urutan berikutnya masing-masing memperoleh 12, 10, 8, 6, 4, 3, 2, dan 1. Kemudian di penghujung rangkaian nanti peserta dengan poin terbanyak di kategorinya akan menjadi pemenang Mainsepeda Trilogy.

Apabila ada dua atau lebih peserta memiliki jumlah poin yang sama di akhir event, maka peringkat yang lebih baik dimiliki oleh peserta dengan frekuensi kemenangan atau naik podium yang lebih banyak selama Mainsepeda Trilogy.

Usaha Abdul semakin berat karena Raihan sedang dalam performa terbaik. Pembalap 24 tahun itu baru saja menyabet gelar Best Indonesia GC di event Tour de Entete pekan lalu. Ia juga sukses mengakhiri event dengan 10 etape ini sebagai peringkat ketiga di klasemen umum (GC). Ia hanya kalah saing dengan pembalap Prancis, Louis Buffin dan Kenny Cornelis Ernst Nijssen dari Belanda. 

"Ekspektasi saya masih sama. Poin saya sama yang nomor satu berbeda empat poin, agak gambling memang. Tapi mudah-mudahan bisa merebut nomor satu lagi. Hitungan by point agak sulit, tapi saya akan usahakan yang terbaik," kata Abdul. 

Ambisi cyclist asal Bekasi itu tetap tinggi, meski ia tidak dalam kondisi terbaiknya. Abdul mengalami cedera di tangan kirinya setelah mengalami insiden kecelakaan sepekan sebelum Bromo KOM 2025 pada Mei lalu. Awalnya tidak parah, tapi belakangan efek samping dari insiden tersebut dirasakan kembali.  Puncaknya rasa sakitnya ketika ia mengikuti Kejurnas balap sepeda di Banyuwangi akhir Juni lalu. 

"Satu minggu sebelum Bromo KOM saya mengalami kecelakaan. Ditabrak motor dari belakang. Saya tidak melakukan tindakan medis maksimal, dan ternyata sakitnya kerasa lagi. Puncaknya pas Kejurnas di Banyuwangi," imbuhnya. 

"Latihan tetap normal, tapi agak diredam, tidak ekstra. Intensitas untuk latihan interval dan strength intensitasnya dikurangi." 

Baca Juga: Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Rute Serupa, Sensasi Selalu Berbeda

Selain persaingan dua nama di atas, terdapat lima pembalap lain yang masih memiliki peluang merebut juara umum. Yakni Januar Alki Zulkarnain (18 poin), Dimas Nur Fadhil Rizqi (17 poin), Yoga Ilham (12 poin), Agung Ali Shahbana (12 poin), dan Muhammad Aflah (8 poin). 

Pembalap senior Agung Ali Shahbana mengaku menargetkan masuk podium di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025. Cyclist 37 tahun itu tampil impresif di ajang Tour de Entete usai berhasil menyabet peringkat ketiga di kategori Indonesian GC. Mengalahkan cyclist-cyclist yang lebih muda. 

"Untuk Ijen target tiga besar. Prepare seminggu ini bisa dimaksimalkan," kata Agung. 

Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025 akan kembali menjadi penutup seri Mainsepeda Trilogy tahun ini. Event ini menawarkan tantangan untuk mendaki tanjakan hors categorie (HC) ke puncak Paltuding, Ijen. (Mainsepeda)

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas