Hasil antiklimaks mewarnai etape 11 Vuelta a Espana pada Rabu, 3 September 2025. Balapan yang berjalan sangat seru dan menarik harus berakhir tanpa hasil. 

Balapan kali ini bertipikal rolling dengan tujuh tanjakan berkategori 2 dan 3. Jalur yang menantang itu membuat balapan dipenuhi aksi saling serang. Namun, keputusan kontroversial diambil pihak penyelenggara dengan menetralkan balapan. Penyelenggara lomba mengumumkan bahwa pencatatan waktu dilakukan di titik 3 kilometer sebelum garis finis. 

“Karena adanya insiden di area garis finish, kami memutuskan untuk mengambil waktu di 3 Km terakhir. Tidak ada pemenang etape, tetapi poin untuk klasifikasi KOM dan intermediate sprint tetap diberikan,” demikian pernyataan resmi penyelenggara.

Balapan akhirnya dinetralkan karena adanya aksi demonstrasi pro-Palestina di Bilbao.

Kondisi ini dipicu oleh protes pro-Palestina yang menyebabkan lokasi finish di Bilbao tidak kondusif. Ororitas balapan pun memilih menetralkan etape 11 karena alasan keamanan.

Sebelumnya, aksi serupa sudah beberapa kali terjadi. Para demonstran berusaha menghentikan laju tim Israel Tech Premier yang sedang mendapatkan giliran melakukan Team Time Trial (TTT) pada etape 5 di Figueres. Insiden lain berlanjut pada etape 10 di El Ferial Larra Belagua, ketika para demonstran masuk ke jalur dan hampir memicu kecelakaan. 

Balapan etape 11 sendiri berlangsung agresif. Marc Soler (UAE Team Emirates-XRG) sempat membuka jarak dari kelompok utama, disusul aksi Mikel Landa (Soudal-QuickStep) dan Santiago Buitrago (Bahrain Victorious). Namun, semua serangan awal itu sirna ketika kelompok favorit juara GC mengejar.

Puncak tensi terjadi di tanjakan Alto de Pike, sekitar 8 Km menuju titik akhir. Tom Pidcock (Q36.5 Pro Cycling) melancarkan serangan tajam. Sedangkan, Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike), sang pemegang jersey merah, tak tinggal diam. Ia segera mengejar, dan keduanya berkolaborasi untuk memimpin balapan sebelum dinetralkan pada jarak 3 Km menjelang finish. 

Pidcock dan Vingegaard akhirnya tiba di titik penghentian dengan selisih sekitar 12 detik dari kelompok berikut yang dihuni Joao Almeida (UAE Team Emirates-XRG), Jai Hindley (Red Bull-Bora-Hansgrohe), dan Egan Bernal (Ineos Grenadiers). Grup selanjutnya tertinggal sekitar 30 detik.

Vingegaard-Pidcock sempat bersaing ketat sebelum akhirnya balapan dihentikan.

Tidak ada selebrasi finis, tidak ada pengalungan bunga. Dua bintang yang mestinya bersaing memperebutkan etape itu akhirnya harus terhenti di tengah pertarungan yang tidak tuntas, menyusul instruksi resmi dari pengelola lomba.

Klasemen juara umum (GC) pun saat ini tak berubah. Vingegaard tetap kokoh memimpin di puncak. Tapi hingga berita ini diturunkan, hasil resmi belum diumumkan. (Mainsepeda) 

Photo by Getty Images

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas