Ritual wajib cek rute sebelum dilaksanakannya event Mainsepeda kembali digelar. Kali ini untuk menyambut event penutup tahun, Journey To TGX 2024. Tes rute digelar pada Sabtu, 2 November 2024. Dipimpin langsung oleh CEO Wdnsdy Bike John Boemihardjo dan perwakilan AA SoS (Azrul Ananda School of Suffering).

John dan rombongan bertolak dari Surabaya Town Square (Sutos) pada pukul 05.00 WIB. Mereka menjajal rute sejauh 255 Km mengarah ke selatan untuk finish di Trenggalek. Berkecepatan sedang. Catatan waktunya 9 jam 27 menit. Sangat jauh dari batas Cut Of Time (COT) yang ditetapkan pihak panitia, yakni 18 jam atau pukul 23.00 WIB. 

John mengaku sangat puas dengan pilihan rute yang disiapkan. Tahun ini, rute banyak menghindari jalur utama agar menghindari kendaraan tonase besar. Walhasil, perjalanan lebih menyenangkan. Dirancang khusus untuk mengedepankan safety dan kenyamanan cyclist.

Rute lebih tenang karena terhindar dari jalan utama dan kendaraan besar. 

Tak sekedar nyaman, tapi juga anti boring. Peserta Journey To TGX 2024 akan dimanjakan dengan pemandangan indah. Sebut saja jalur Dawar Blandong - Kemlagi, yang view-nya perkebunan hutan jati rindang. Cocok menemani para cyclist menikmati suasana di perjalanan. 

"Surabaya sampai ke Ploso variasinya top. Sudah ada rolling dan pemandangan bagus. Ga ngebosenin, ga macet juga," sebut pria yang sering disapa JB ini. 

Spotlight utamanya tentu keindahan Jalur Lintas Selatan (JLS). Rute wajib bersepeda jika berkunjung ke area Selatan Jawa Timur. Panorama pantai dan birunya langit sulit ditolak. Apalagi jika anda tiba di sana sewaktu matahari terbenam. Keindahannya bisa berlipat-lipat. 

Baca Juga: Yang Bikin Jenius: Rute Tapak Buddha di Taipei

"Mau finish Trenggalek diputerin sedikit juga sip. Menghindari lampu merah. Overall better than last year," imbuhnya. 

Tes rute ini menjadi evaluasi terakhir jalur Journey To TGX sebelum puncak acara 14 Desember 2024 mendatang. 

Di sisi lain, panitia juga memperbolehkan seluruh jenis sepeda untuk ikut serta. Namun, ada pengecualian untuk sepeda dengan tenaga penggerak motor atau eBike. Sepeda yang digunakan harus digerakkan tenaga manusia. Jadi sepeda tandem atau fixed gear pun diperbolehkan. 

Selain itu, tak ada batasan ukuran ban. Semua bisa, termasuk folding bike dengan jari-jari ban kecil. Yang menjadi kewajiban, seluruh sepeda harus dilengkapi rem serta lampu depan dan belakang. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan. 

Pendaftaran event Journey to TGX 2024 masih dibuka. Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui Mainsepeda App. Agar tidak terjadi kesalahan, baca regulasi lengkap di Mainsepeda App saat mendaftar. (Mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym