Ilmiawan Auwalin begitu beruntung. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu mendapat dukungan penuh dari para mahasiswa bimbingannya dalam mengikuti East Java Journey 2023 kategori 600 Km. Itu juga menjadi salah satu faktor Auwalin, sapaan akrabnya, dapat finis tepat waktu. 

Auwalin start dari Surabaya, Jumat 17 Maret 2023. Ia tiba di Wdnsdy Cafe Surabaya Town Square (Sutos) pada Minggu, 19 Maret 2023. Tepat pukul 10.06 WIB. Sebelum melakukan perjalanan menjelajahi Jawa Timur, Auwalin sempat mengirimkan live race tracker ke mahasiswanya. Agar mahasiswanya juga bisa memantau. 

“Kemarin di grup langsung ramai. Banyak yang kasih semangat, semangat pak semoga selamat sampai finish. Jadi ya ada disemangatin,” ungkap Auwalin. 

East Java Journey 600 Km merupakan jarak terjauh bagi Auwalin. Terlebih lagi yang resmi dan mandiri.

Sebelumnya, ia hanya pernah keliling Bali dengan jarak tempuh 400 Km. Menurutnya, East Java Journey begitu memukau. Mulai dari pemandangannya, tanjakannya juga hype yang diberikan oleh warga sekitar. 

“Saya sampai ndak bisa berkata-kata. Banyak pelajarannya ikut ini. Merasakan ban bocor, akhirnya tertinggal sendirian. Sempat nyasar juga. Kadang nggak maps liat, tahu-tahu sudah keluar jalur. Yang pertama nyasar di Bojonegoro karena jalannya bercabang,” ungkap Auwalin. 

Auwalin sebenarnya tak banyak berhenti. Ia hanya menginap satu kali. Saat berada di Pacitan. “Karena kalau saya menginap di Ponorogo masih kena tanjakan. Sampai Pacitan jam 12 malam. Setelah itu tidur beberapa jam, ya gas terus. Kalau untuk makan saya standar saja,” tutur Auwalin.

Auwalin belum pernah mengalami tanjakan luar biasa di Jawa Timur. Termasuk rute menantang di Pacitan - Trenggalek. Ia pun menyarankan para cyclist yang doyan nanjak wajib mencoba gowes ke rute tersebut. “Saya saja bisa. Padahal termasuk goweser gemuk. Berat saya sekarang 75 kilogram,” katanya. 

Meskipun event diikuti non kompetitif, tapi kata Auwalin masih ada rasa untuk finis lebih dulu. “Finis ini sudah sesuai target. Meskipun ada beberapa yang berubah. Saya nggak mengira kalau masih pagi. Setelah, Wonosalam itu tinggal turun, soalnya kan dari Kandangan nanjak-nanjak hutan, terus jalanan hutan itu. Saya pikir sudah selesai ternyata ada lagi,” kata Auwalin. 

Saat ditanya apakah ia akan mengulangi East Java Journey, Alin masih bingung. “Kalau ditanya sekarang, saya kapok. Tapi tiga bulan lagi enggak sepertinya. Gowes itu hiburan,” kelakarnya.(mainsepeda)

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi