Kolom Sehat: May The (Cycling) Force Be With Us

| Penulis : 

Kalau Anda penggemar film, mungkin sudah melihat seri kesembilan Star Wars: The Rise of Skywalker. Yang menjadi ciri khas serial ini adalah tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan khusus. Bisa menggerakkan benda, bermain dengan lightsaber, atau bahkan menghentikan tembakan laser dari senjata mutakhir. Mungkin, inilah kekuatan idaman orang-orang yang ingin jadi tangguh.

Walau berbakat hebat, sang protagonis (jagoan) tidak serta merta jadi kuat dan menang dengan mudah. Karena kalau langsung kuat dan menang, maka filmnya hanya berdurasi lima menit dan itu tidak menarik. Perjalanan jadi kuat dan menang itulah yang seru untuk disaksikan di bioskop.

Demikian juga dalam bersepeda. Banyak yang mengira kalau kekuatan itu bakat atau bawaan orang tertentu. Tapi saya tahu, beberapa yang kuat itu sangatlah rajin berlatih. Walau mungkin mereka tidak mengakuinya. Kalau ditanya, mereka mungkin menjawab hanya gowes seminggu sekali. Padahal...

Sama seperti Luke Skywalker. Walau dari awal sudah punya bakat, Si Luke diceritakan harus melalui banyak ujian untuk bisa mengalahkan Emperor Palpatine. Bahkan, pada Episode V, diceritakan Luke pergi ke Dagobah untuk berlatih dengan Master Yoda. Makhluk kecil yang hijau, dan dikenal dengan kalimat terbaliknya (Judge me by my size, do you?).

Di film, adegan berlatihnya Luke mungkin hanya 30 menit. Tapi kira-kira mungkin dia latihan enam bulan. Dari sekadar belajar membalikkan badan sampai bisa konsentrasi mengeluarkan pesawat dari dalam rawa, juga melawan rasa takutnya terhadap Darth Vader.

Sama seperti kebanyakan cyclist. Untuk menaklukkan rute-rute berat pasti perlu persiapan fisik dan mental. Latihan fisik yang rutin dan berusaha mengalahkan rasa takut terhadap tanjakan jahanam (salah satunya Bromo).

Berlatih seringkali disertai rasa sakit. Seperti yang saya tulis dalam kolom sebelumnya, kadang berlatih pun bisa sakit karena kita mencoba menembus zona nyaman kita. Kalau tidak ada menderitanya, itu bukan latihan yang bikin maju (kata beberapa orang).

Dan di luar berat tidaknya latihan yang kita lakukan, tentu kita tetap perlu berharap agar "The Force" menyertai kita di jalan. Karena kejadian yang kurang mengenakkan bisa terus menghantui kita di jalan. Kita harus selalu berharap dan berusaha agar cyclist lebih dihargai di jalan. Tentunya doa sebelum berangkat gowes perlu dilakukan, paling tidak secara pribadi.

Akhir kata, selamat menikmati liburan akhir tahun. Yang dapat izin gowes, bersepedalah sampai kuat. Tetapi ingat selalu kata Yoda: "Be careful, you must." (johnny ray)

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas