Menikmati Oase Toleransi Pura Beji Antaboga di Checkpoint 2 Nggravel Glenmore 2026

Gelaran gravel paling dinantikan, Nggravel Glenmore 2026, menyuguhkan rute menantang ala Unbound Gravel Indonesia sekaligus pengalaman menjelajah kekayaan budaya lokal. Salah satu daya tarik utama ajang ini terletak pada keberadaan Checkpoint (CP) 2 yang berlokasi di kawasan Pura Beji Antaboga, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Di CP yang terletak pada kilometer 60-an ini, peserta tidak sekadar melakukan water station atau mengisi ulang nutrisi. Bagi pesepeda yang tidak mengejar podium, jeda sekitar lima menit sudah cukup untuk menghentikan kayuhan pedal dan menikmati ketenangan di bawah rindangnya pepohonan pinus.

Baca Juga: Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026

Simbol Keharmonisan Antarumat Beragama

Pura Beji Antaboga dikenal sebagai ikon toleransi di Banyuwangi. Di dalam kawasan ini berdiri tempat peribadatan dari berbagai agama di Indonesia yang hidup berdampingan, mulai dari Pura Beji Antaboga, Surau, Altar Dewi Kwan Im, hingga Bukit Patung Maria dan Yesus.

Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, menyarankan menyinggahi lokasi ini karena keunikannya. Apalagi area Pura Beji Antaboga sangat asri karena dikelilingi hutan pinus yang luas. Cocok untuk sekadar melepas lelah setelah 60 km bersepeda gravel.

"CP 1 ke CP 2 berat, banyak merembet naiknya, mayoritas elevation gain-nya di sini. Batu-batunya kasar dan nanjak 5 persen. Jadi kalau balapan akan pecah belah setelah KM 55, khususnya setelah CP 2 di KM 60 ini. Tapi yang tidak balapan wajib masuk ke dalam (Pura Beji Antaboga), tempat wisata semua agama. Wisata religi," ungkap Azrul dalam cuplikan YouTube Mainsepeda beberapa waktu lalu.

Seperti biasa, panitia Mainsepeda akan menyediakan kebutuhan isi ulang logistik atau refill supply, seperti makanan ringan dan berbagai minuman di lokasi CP. Selain itu, terdapat tim medis yang bersiaga, demi mengantisipasi kejadian tak terduga yang menimpa peserta.

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!

Karakter Unbound Indonesia yang Berbeda

Berbeda dengan gelaran Nggravel Blitar 2026 yang didominasi jalur single trek yang menguji teknis bersepeda, Nggravel Glenmore 2026 menawarkan rute jalan tanah dan bebatuan yang lebih lebar khas lereng Gunung Raung. Jalur ini dinilai lebih ramah bagi pesepeda yang menghindari single track ekstrem. Karakternya speed gravel yang cocok untuk adu kecepatan.

"Nggravel Glenmore karena memang beda banget sama (Nggravel) Blitar. Saya sarankan minimal ban 40 mm agar bisa menikmati, 45 mm lebih nyaman, tetapi di bagian yang cepat ban 40 mm mungkin lebih enak, tipe semi-slick. Glenmore ini Unbound-nya Indonesia. Ya ada batu, ada rock garden-nya, tetapi karakternya sangat beda. Jadi yang takut single track atau jalur ekstrem, Glenmore ini lebih cocok," tambah Azrul.

Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Karakteristik rute seperti ini jarang ditemui di Indonesia. Para peserta hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain.

Nah, pendaftaran resmi Nggravel Glenmore, regulasi teknis, dan informasi rute dapat diakses melalui Mainsepeda App. Penyelenggara mengimbau para pesepeda untuk segera melakukan registrasi sebelum kuota peserta terpenuhi. (Mainsepeda)


COMMENTS