DEMAM bersepeda gravel makin memikat perhatian generasi muda. Daya tarik ajang Nggravel Glenmore 2026, yang dikenal sebagai "Unbound Gravel-nya Indonesia", tak hanya memanggil para cyclist senior. Tapi juga mengundang antusiasme para pembalap dan pesepeda muda yang berhasrat menaklukkan tantangan medan eksotis di Banyuwangi tersebut.
Dua cyclist muda, Akmal Faqih dan I Kadek Dwi Artaguna, membuktikan bahwa gelaran gravel di Banyuwangi itu menjadi magnet petualangan sekaligus arena pembuktian diri untuk para rider belia.
Dari Road Bike hingga Sensasi Lintasan Berkerikil
Bagi Akmal Faqih, pesepeda berusia 15 tahun, Nggravel Glenmore 2026 merupakan debut resminya di ajang gravel. Ia awalnya tertarik pada sepeda fixie setelah menyaksikan kemeriahan Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Dari situ, Akmal yang terbiasa mengayuh road bike kini tertantang menjajal medan tak rata lereng Gunung Raung.
Meski turun di kategori non-competitive dengan mengandalkan sepeda gunung (mountain bike/MTB), Akmal menyimpan target pribadi yang cukup berani.
Baca Juga: Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Nggravel Glenmore 2026 akan jadi debut Akmal di event gravel nasional.
"Alasan saya ingin mencoba medan yang sangat berbeda dibanding road dan juga ingin menambah pengalaman yang sangat berkesan," ungkap Akmal. "Targetnya mungkin bisa finish di 10-20 besar meskipun memakai MTB," lanjutnya yakin.
Untuk menghadapi lintasan berbatu, Akmal melakukan penyesuaian porsi latihan fisik. "Sebenernya cukup mepet, baru mendaftar sekitar satu bulan sebelum event," ia mengakui. "Latihan khusus lebih diekstrakan pada kaki saja. Agar terbiasa di jalan yang berkerikil dan tidak rata," tambahnya.
Uji Adaptasi Atlet MTB Nasional
Sementara itu, bagi I Kadek Dwi Artaguna (19), Nggravel Glenmore 2026 menjadi panggung adaptasi teknik dan daya tahan. Pemuda asal Bali yang menekuni balap sepeda sejak kelas 1 SMP itu telah mengantongi deretan pengalaman kompetitif di tingkat nasional. Mulai dari Porprov Bali 2025, Popnas Jakarta 2025, hingga Kejurnas MTB 2026.
Aksi Dwi ketika mengikuti event race MTB.
Ia mendapat rekomendasi langsung dari sang pelatih untuk menjajal rute Glenmore. Dwi melihat ajang itu sebagai sarana menguji kemampuannya di luar disiplin MTB yang biasa ia geluti.
"Saya tertarik mengikuti Nggravel Glenmore karena ingin mencoba pengalaman dan tantangan baru di luar balapan MTB," ungkap Dwi. "Ini menjadi pengalaman pertama saya mengikuti gravel race. Jadi saya penasaran dengan karakter treknya yang memadukan gravel, tanah, dan off-road," kata Dwi.
Sebagai atlet yang terbiasa dengan lintasan ekstrem, Dwi tetap membidik hasil maksimal di Glenmore. "Saya ingin menguji kemampuan beradaptasi dengan medan yang berbeda. Terutama dari sisi endurance, teknik, dan menjaga kecepatan dalam jarak jauh," jelasnya.
"Selain mendapatkan pengalaman baru, pastinya saya juga mengejar podium," ia menegaskan.
Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Baca Juga: Semangat Muda di Nggravel Glenmore 2026: Ambisi Podium Adrian dan Misi Debut Edo
Antusiasme peserta muda seperti Akmal dan Dwi membuktikan keberhasilan Nggravel Glenmore 2026 dalam mengemas olahraga sepeda petualangan. Karakter lintasannya yang lebar, variatif, serta menyuguhkan tantangan jalur berpasir halus serta rock garden khas perbukitan menjadikannya sebagai replika otentik Unbound Gravel di Tanah Air.
Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Mereka hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain.
Titik start event Nggravel Glenmore 2026 diputuskan ke area Hall Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi. Sebelumnya, lokasi start direncanakan di Waduk Sidodadi. Namun, panitia memindahkannya untuk menyesuaikan kebutuhan teknis acara.
Nah, pendaftaran resmi Nggravel Glenmore, regulasi teknis, dan informasi rute dapat diakses melalui Mainsepeda App. Penyelenggara mengimbau para pesepeda untuk segera melakukan registrasi sebelum kuota peserta terpenuhi. (Mainsepeda)