ADA pemandangan menggelitik di linimasa media sosial pasca-Bromo KOM. Dalam sebuah unggahan video pendek oleh Eggi Eirin di akun Instagram @goweshappy2020, ada sosok cyclist senior asal Bandung, Dede Supriatna. Ia kedapatan terus-menerus memakai jersey spesial juara Bromo KOM 2026 yang ia raih akhir pekan lalu.
Ya, pada event yang berlansgung pada Sabtu, 6 Juni 2026 itu, Dede meraih gelar King of the Mountain di kategori Men Age 60+. Ia mengalahkan mantan Sekda Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo dengan kemenangan tipis kurang dari satu menit.
Nah, dalam video itu, Eggi sempat menggoda Dede Supriatna habis-habisan. Sebab, jersey ikonik tersebut dipakai setiap hari, saking bangganya bisa menjadi raja tanjakan Bromo. "Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Lima hari dipakai. Edan. Gak diganti-ganti itu jersey, apek," canda Eggi dalam bahasa Sunda.
Dede pun meluruskan narasi jenaka tersebut. Ia mengaku langsung mencuci baju tersebut setiap kali pulang gowes, agar bisa dipakai kembali keesokan harinya. Baginya, ada misi yang lebih besar daripada sekadar pamer jersey juara Bromo KOM-nya itu.
Baca Juga: Cerita "Pulang Kampung" ke Bromo KOM Setelah 11 Tahun, Kawindra Kini Fokus Ngebel KOM
Baca Juga: Cerita 3 Debutan Asing Bromo KOM 2026: Tersiksa Tanjakan, Tapi Terpesona Keindahan Alam
"Si Eggi bilang gak dicuci bajunya. Padahal setelah saya gowes dicuci, kan besok kering, bisa dipakai lagi," ungkap Dede kepada Mainsepeda. "Tujuannya bukan pamer, tapi memberi semangat, memotivasi, biar latihan. Saya saja bisa, masa anak muda tidak bisa?" lanjutnya dengan nada bersemangat.
Bagi Dede yang sudah aktif bersepeda sejak 1992, gelar P1 (Podium 1) di Bromo KOM 2026 adalah buah dari kesabaran. Ia kali pertama mencicipi rute Bromo pada edisi kedua. Yakni pada 2015 saat formatnya masih touring.
Setelah berkali-kali finis di posisi kedua pada edisi 2020, 2022, dan 2025, tahun ini ia akhirnya resmi menyandang gelar King of the Mountain (KOM).
Dede membawa pulang kertas papan pemenang untuk dipigura dan menjadi kenang-kenangan.
Sebagai pelatih bagi para pesepeda penghobi di Bandung, Dede melakoni rutinitas latihan hampir setiap hari. Namun, khusus Bromo KOM, ia menggandakan porsi latihannya. Salah satu fokusnya ialah latihan ketahanan (endurance) minimal dua hingga tiga kali sepekan.
"Saya juga pigura tulisan juara King of the Mountain setelah sampai Bandung karena ini spesial, akhirnya bisa juara," tambahnya.
Baca Juga: Kelar Bromo KOM 2026, Bunda Fey Langsung Tatap Bentang Jawa dan Ngebel KOM
Baca Juga: Lulus Bromo KOM Setelah 3 Kali Mencoba, Ini Rahasia Latihan George Ibrahim
Sementara itu, bagi Ethan Batara Njotoprawiro, juara di kategori Men Age Under 29 juga terasa amat manis. Karena menjadi akhir dari "musim kering" podium pertamanya sejak menjuarai Banyuwangi Blue Fire Ijen 2024 lalu.
"Sangat amat manis. Akhirnya bisa tidur nyenyak. Karena Bromo KOM ini sudah saya incer-incer dari 2 tahun yang lalu, tapi ngga dapet-dapet," ungkap cyclist asal Surabaya itu puas. "Alhamdulillah kok tahun ini akhirnya semesta berkehendak," lanjutnya lega.
Ethan ketika menjuarai Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2024.
Di balik catatan prestasi impresifnya, ada pengorbanan besar yang harus dibayar mahal oleh cyclist muda ini. Sejak memulai latihan serius pada Maret lalu selepas Hari Raya Idul Fitri, Ethan harus mengisolasi diri dari kehidupan sosialnya.
Ia pun harus membagi waktu antara bekerja, merawat orang tua, dan latihan. Ethan juga menerapkan diet ketat yang memangkas berat badannya dari 63 Kg menjadi tepat 60 Kg demi ambisi juaranya.
Baca Juga: Guntur Priambodo Raih Lifetime Achievement Awards, Ikut Event Sejak Era Audax!
Baca Juga: Cyclist Langganan Juara Bromo KOM, Juwanto 8 Kali Juara, Chen Meng Jin Hat-trick
"Makanan bener-bener dikontrol dan diet ketat banget. Kehidupan sosial ngga ada karena harus tidur cepet dan bangun pagi," ungkapnya. "Jadi banyak banget yang harus saya korbankan demi bisa bersaing," kata Ethan.
Sama seperti seniornya Dede Supriatna, Ethan dipastikan akan kembali meramaikan seri event nanjak Mainsepeda berikutnya: Madiun-Ponorogo Ngebel KOM 2026. Keduanya mengaku penasaran karena Ngebel KOM baru pertama kali digelar tahun ini.
Ngebel KOM 2026 akan diselenggarakan pada 1 Agustus 2026. Event itu akan mengeksplorasi tanjakan menuju puncak Telaga Ngebel di Ponorogo yang sangat indah. Pendaftaran event tersebut sudah dibuka, dan proses registrasi dilakukan melalui Mainsepeda App. (Mainsepeda)