Semangat besar ditunjukkan oleh I Made Karang, seorang pegiat sepeda asal Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria yang akrab disapa Dede ini rela menempuh perjalanan lintas pulau, dari Lombok (NTB) ke Blitar (Jawa Timur). Mengusung sepedanya di atas Vespa demi mengikuti ajang Nggravel Blitar 2026.
Dede memulai perjalanannya dari Mataram menuju Pelabuhan Lembar yang berjarak sekitar 25 kilometer pada Jumat pagi, 17 April 2026. Dari sana, ia menyeberangi Selat Lombok menuju Surabaya menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar 20 jam. Setibanya di Surabaya pada dini hari, ia langsung melanjutkan perjalanan darat menggunakan Vespa miliknya menuju Blitar untuk mengejar waktu pengambilan race pack (RPC).
Keputusan menggunakan Vespa bukan tanpa alasan. Dede mengaku ingin menggabungkan dua hobi utamanya, yakni touring dengan motor vespa dan balapan bersepeda. "Saya modif buat tempat sepeda biar bisa bawa sepeda sambil ya Vespa-an ke Jawa. Terus dapat race juga gitu, biar komplit hobinya," ujar Dede menjelaskan motivasinya.
Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Demi Safety, Peserta Wajib Aktifkan Race Map
Untuk memudahkan pengangkutan, Dede harus membongkar atau melakukan packing pada sepedanya menjadi dua bagian utama agar dimensinya lebih ringkas saat diletakkan di atas Vespa. Meskipun demikian, ia rela melakukannya demi menjajal Nggravel Blitar 2026.
Nggravel Blitar 2026 menjadi pengalaman perdana bagi Dede di kategori gravel. Selama ini, ia lebih sering berkompetisi di jalur road (aspal) atau MTB murni. Ketertarikannya muncul setelah melihat dokumentasi jalur di Blitar melalui media sosial, di mana terdapat tantangan jalur tanah dan bebatuan sejauh hampir 80 kilometer yang menurutnya sangat langka ditemukan di Indonesia.
I Made Karang ketika ditemui di lokasi RPC.
"Awalnya saya mikir enggak ada namanya jalan gravel di Indonesia itu lebih dari 70 kilo, tapi saya lihat di YouTube 'Wah ada lebih hampir 80 kilo', wah saya tertarik itu makanya satu bulan saya persiapkan untuk ikut Nggravel Blitar ini. Cuman sayang, sepeda gravel belum siap, jadi saya pakai MTB," tambahnya.
Dede sangat familiar dengan Azrul Ananda dan Mainsepeda. Terakhir, saat pelaksanaan event Three Island Journey 202x lalu, dia juga banyak membantu kelancaran event saat di Lombok (NTB).
Di Nggravel Blitar 2026, sosok yang menjuluki dirinya "Balok" atau Bali-Lombok ini membawa sepeda MTB yang telah ia gunakan selama kurang lebih 10 tahun. Baginya, sepeda tersebut bukan sekadar alat olahraga, melainkan kawan lama yang memiliki banyak kenangan.
Founder Mainsepeda Azrul Ananda berinteraksi langsung dengan Dede.
Walaupun menggunakan sepeda lama, Dede tidak ingin kalah bersaing secara teknis. Ia melakukan modifikasi ekstrem pada rangka (frame) sepedanya yang berbahan karbon. Dede memotong dan menyesuaikan ulang bagian frame belakang agar bisa dipasangi roda berukuran 29 inci, menggantikan ukuran standar lama 26 inci. Hal ini ia lakukan agar tetap kompetitif melawan peserta lain yang mayoritas menggunakan teknologi terbaru.
Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Spesialis Tanjakan Jajal Tantangan Off-Road
"Saya sayang sama frame-nya, kalau saya beli baru kenangan saya hilang. Akhirnya ini saya masukkan ban yang 29 dengan cara saya potong frame-nya, diperbesar, akhirnya bisa," ungkap Dede.
âDalam ajang Nggravel Blitar 2026, Dede bersaing pada Race 100 Km kategori usia 45 tahun ke atas (45 up). Meski tujuan utamanya adalah bersenang-senang dan menyalurkan hobi, ia tetap mematok target yang cukup serius. Ia berharap bisa mengamankan posisi di podium jika kondisi fisik dan kendaraannya mendukung hingga garis finish.
Nggravel Blitar akan digelar pada Minggu, 19 April 2026. Mainsepeda sebagai penyelenggara menyiapkan dua kategori: race (100 Km) dan non-rac3 (80 Km). (Mainsepeda)