Dylan Groenewegen (Unibet Rose Rockets) menambahkan namanya di lis pesaing para sprinter musim ini. Pembalap asal Belanda tersebut sukses mencetak hat-trick kemenangan dalam satu pekan terakhir, termasuk memenangi Ronde van Brugge pada Rabu, 25 Maret 2026.
Kemenangan ini menjadi pelengkap dominasi Groenewegen setelah sebelumnya naik podium tertinggi di Bredene Koksijde Classic dan GP Jean-Pierre Monseré. Kali ini, korbannya bukan nama sembarangan: Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech). Sprinter terbaik Tour de France 2023 itu terpaksa harus mengakui keunggulan strategi dan power Groenewegen di garis finish. Sementara itu, Max Kanter (XDS-Astana Team) menempati posisi ketiga podium.
Balapan sejauh 202,9 Km ini menyuguhkan "neraka" khas Belgia, yakni hujan lebat dan angin samping (crosswind) yang sangat kencang. Di tengah kekacauan peloton, Groenewegen sempat didera nasib buruk saat mengalami pecah ban. Hebatnya, pembalap berusia 32 tahun itu tetap memaksakan memacu sepedanya dengan kondisi ban kempis selama beberapa kilometer sebelum berhasil mendapat bantuan teknis.
Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix
Memasuki 10 kilometer terakhir, angin kencang memecah peloton menjadi beberapa bagian. Jasper Philipsen, yang kehilangan mayoritas rekan setimnya, sempat terisolasi sebelum Gerben Thijssen membukakan jalan baginya di sisa 300 meter.
Akan tetapi, serangan tersebut terlalu prematur. Groenewegen yang berada tepat di belakang Philipsen melakukan slipstreaming. Memanfaatkan momentum yang tepat, ia keluar dari bayang-bayang Philipsen dan menciptakan serangan yang sempurna. Ia menyentuh menyentuh garis finis pertama. Pembalap XDS Astana, Max Kanter, melengkapi podium di posisi ketiga.
"Ini adalah pekan yang luar biasa. Cuacanya sangat khas Belgia, balapan keras dengan angin dan hujan. Namun kami berhasil tetap tenang, meski saya sempat mengalami kendala ban," ungkap eks pembalap Jayco-AIUIa tersebut.
Kesuksesan beruntun tim Unibet Rose Rockets dan Groenewegen ini tidak lepas dari peran legenda sprint Jerman, Marcel Kittel, yang kini menjabat sebagai pelatih tim. Kittel tampaknya berhasil memoles insting membunuh Groenewegen yang kini tampil jauh lebih tenang di bawah tekanan.
Baca Juga: Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Di sisi lain, Philipsen yang sempat terjebak di grup kedua sebelum melakukan pengejaran di tiga kilometer terakhir, mengaku kehabisan tenaga karena harus memulai sprint lebih awal. "Balapan sudah berkecepatan tinggi sejak awal. Sayangnya, saya tidak bisa meraih kemenangan," tutur Philipsen dengan sportif.
Dengan performa yang kian matang, Groenewegen kini menjadi momok yang patut diwaspadai oleh para rivalnya. Pembalap asal Belanda itu dijadwalkan akan mengikuti kalender balapan WorldTour UCI lain dengan berpartisipasi pada Giro d'Italia pada Mei mendatang. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com