Kehadiran event Ngravel Blitar 2026 yang dihelat 19 April 2026 mendapatkan apresiasi dari komunitas lokal. Ajang bagi para pecinta rute off-road itu diharapkan semakin menghidupkan animo bersepeda di Blitar Raya.
Salah satu yang menyampaikan apresiasinya adalah komunitas lokal, Cah Gravel Blitar.
"Senang sekali. Apalagi ini sudah tahun ke dua. Dari teman-teman Cah Gravel Blitar juga ada ikut baik race dan non-race. Ada temen dari RB (roadbike) sampai nyari pinjaman sepeda gravel buat ikut event," ujar Dadang Embara Setyawandana, perwakilan Cah Gravel Blitar.
Dadang mengaku Blitar memang gudang rute gravel. Jika ditempat lain cukup effort mencari rute gravel, di Blitar jalur off-road sangat banyak. Segmennya pun beradam mulai aspal pecah, jalan tanah, single track, berbatu, dan banyak lainnya. Bahkan sebagai warlok, mereka kadang merasa ter-prank.
"Rute di Blitar sangat banyak. Yang bikin rute aja kena prank," candanya.
Baca Juga: Nggravel Blitar 2026 Dulu Sebelum Turun di Kejuaraan Dunia Gravel UCI
Cah Gravel Blitar saat melewati Tambang Kapur di Bukit Bunda di Blitar Selatan.
Sejak diperkenalkan tahun lalu, Mainsepeda menambah bumbu di Nggravel Blitar dengan memperkenalkan kategori race. Panitia menyiapkan rute berjarak 100 Km yang dibagi menjadi dua kompetisi berdasarkan jenis sepeda, Gravel Bike (Drop Bar) dan MTB (flat bar). Masing-masing kategori akan mempertandingkan lima kelompok umur. Men 34 and Under, Men 35-44, Men 45 and Up, Women 29 and Under, dan Women 30 and Up.
Sementara itu, Mainsepeda juga tetap menyediakan kategori non-race dengan jarak 80 Km. Kategori ini diperuntukkan untuk para cyclist yang hanya ingin mencoba event Gravel, atau sekadar menikmati pemandangan di sepanjang rute.
Pada 2025, pesona lereng Gunung Kelud dan perkebunan nanas yang indah jadi daya tarik utama. Tak lupa, peserta semakin dibuat terkesan ketika melewati jalur sungai lahar dingin. Rute tersebut sangat menguji kemampuan handling para peserta.
"View bagus di Blitar utara, kalau Blitar selatan rutenya lebih banyak tanjakan dan turunan curam," tambah Dadang.
Rute langganan berupa jalan beton di daerah Ngeni yang sempat jadi rute EJJ 2024.
Komunitas Cah Gravel Blitar sendiri mulai terbentuk sejak 2022. Beberapa cyclist mulai tertarik dengan sepeda gravel dan mulai menyebarkan virusnya kepada rekan cyclist pengguna jenis sepeda lain. Walhasil, terkumpul dan sepakat membentuk komunitas sepeda khusus gravel.
Karena masih minimnya informasi tentang gravel, komunitas ini pun mulai memantau grup Facebook GX.ID untuk mencari inspirasi. Tak lama juga, mereka pun masuk ke grup gravel Jalaniaja dan mulai mengikuti event-event di sana.
Baca Juga: Munggahan dan No Bidon Ride Jadi Tradisi Nubie CC Gowes Saat Ramadan Datang
Cah Gravel Blitar melintasi Pronojiwo ketika agenda long ride.
Saat ini, anggota Cah Gravel Blitar sekitar 20-an cyclist. Namun, anggota semakin terus bertambah seiring makin populernya sepeda gravel. Event-event gravel di Indonesia pun mulai tumbuh. Mainsepeda sendiri akan menyelenggarakan dua event gravel tahun ini: Nggravel Blitar dan Nggravel Glenmore, Banyuwangi.
"Alhamdulillah banyak anak muda yang mulai bergabung. Komunitas ini khusus gravel. Tapi kita tidak membatasi jika ikut gobar pakai selain gravel," tambah Dadang.
Agenda gowes bareng Cah Gravel Blitar ditentukan setiap Rabu, diberi nama Rabu Ngalem. Ngalem sendiri dari kata Aleman, kata bahasa jawa yang berarti manja. Rute gobar memang dibuat tidak terlalu jauh, tapi sangat menantang.
Selain gobar rutin setiap Rabu, Cah Gravel Blitar juga punya agenda long ride. Seperti bersepeda memutari Gunung Kawi, Gunung Kelud, dan Gunung Wilis. Yang terjauh ialah bersepeda dari Blitar ke Banyuwangi.
Sementara itu, event Nggravel Blitar tidak hanya menyentuh pecinta gravel di Blitar, tapi juga berbagai cyclist dari jenis sepeda lain. Pamor Nggravel Blitar 2026 dirasakan mampu menarik magnet pasca kesuksesan edisi pertamanya tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh pengelola grup Facebook Kebersamaan Goweser Blitar (KGB), Widodo.
"Semakin banyak yang tertarik. Dengar selentingan banyak yang ikut," kata Widodo. "Ada race-nya, peserta ada yang dari kalangan atlet nasional. Event ini bisa dikatakan event nasional. Goweser Blitar sangat antusias. Rute-rute Blitar menyuguhkan jalur-jalur yang menantang dan indah," ujarnya.
KGB sendiri bukanlah komunitas atau klub sepeda, tapi sebuah wadah besar seluruh penyuka sepeda di Blitar, seperti pesepeda federal, roadbike, MTB, gravel, downhill, dan yang lain. Di fanpage FB itu, anggota KGB mencapai 65 ribu. Di sana setiap anggota dapat berbagi bermacam informasi mengenai sepeda di Blitar. Saking besarnya, seringkali mengadakan berbagai acara-acara bersama, gobar hingga agenda sosial.
"Kadang kala mengadakan acara baksos, seperti pembangunan tempat ibadah. Ada rencana teman-teman akan gowes habis lebaran. Mau halal bihalal ke Sumber Bon C," imbuhnya. (Mainsepeda)