Simon Yates (Mitchelton-Scott) terus tampil mengagumkan di Giro d’Italia 2018. Pembalap Inggris berusia 25 tahun itu berhasil merebut juara Etape 9, Minggu, 13 Mei. Dia pun memperkuat posisi di puncak general classification (GC), dan para unggulan utama semakin tercecer. Termasuk Tom Dumoulin (Team Sunweb) dan Chris Froome (Team Sky).

Etape 9 ini termasuk etape terberat dari total 21 etape Giro d’Italia 2018. Jarak dari Pesco Sannita menuju Campo Impertore (Gran Sasso d’Italia) mencapai 225 km, dan finisnya adalah tanjakan panjang dan curam sejauh 27 km!

Menuju tanjakan penentu itu, kelompok besar breakaway sempat menjauh dari peloton utama, bahkan sampai 8 menitan di depan. Perlahan tapi pasti, peloton mengejar kelompok tersebut. Pembalap terakhir yang tertangkap adalah Fausto Masnada (Androni Giocattoli-Sidermec), hanya 2,7 km dari finis.

Setelah itu, kelompok unggulan pun saling menyerang mencoba meninggalkan. Miguel Angel Lopez (Astana), Thibaut Pinot (Groupama-FDJ), dan Domenico Pozzovivo (Bahrain-Merida) bergantian mencoba lari dan merebut kemenangan. Tapi mereka terus terkejar.

Pada beberapa ratus meter terakhir, barulah Mitchelton-Scott menunjukkan hidung. Sambil tersenyum yakin menang, Simon Yates yang mengenakan pink jersey melejit ke depan dan meraih kemenangan. Pinot finis kedua. Rekan Yates, Esteban Chavez yang mengenakan blue jersey (pimpinan klasemen tanjakan) finis ketiga.

Saat saling serang itu, juara bertahan Tom Dumoulin tercecer. Sebelumnya, bahkan saat masih 2 km sebelum finis, Chris Froome lebih dulu ditinggal. Fabio Aru (UAE Team Emirates) adalah unggulan lain yang tak mampu bersaing di kelompok utama.

Di garis finis, Froome kehilangan lagi 1 menit dan 6 detik dari Yates. Sedangkan Aru kehilangan lagi 1 menit dan 13 detik. Dumoulin beruntung “hanya” kehilangan tambahan 12 detik.

Hasil ini membuat posisi Yates di puncak klasemen GC semakin kokoh. Chavez pun melompat ke urutan dua, ketinggalan 32 detik. Tom Dumoulin melorot ke urutan tiga. Froome terlempar dari top ten.

Memang, Giro d’Italia masih berlangsung lama, masih 12 etape lagi tersisa. Walau unggul, masih banyak hal bisa terjadi. Baik maupun buruk. Untuk siapa pun. Tapi yang jelas, Mitchelton-Scott tampak solid, dan sekarang punya opsi di puncak GC.

Usai meraih kemenangan, Yates mendedikasikan kemenangan untuk seluruh pasukan tim asal Australia tersebut. “Kemenangan ini untuk teman-teman. Mereka sudah berjuang di depan (peloton) seharian. Mereka telah menghadapi dua hari yang berat, harus terus berada di depan di etape-etape yang panjang. Jadi ini untuk mereka,” ucapnya.

Senin ini (14 Mei) adalah hari libur. Semua pembalap akan istirahat, dan bersama tim masing-masing akan sibuk memikirkan strategi dan lain-lain menghadapi 12 etape yang tersisa itu. (mainsepeda)

 

Hasil Etape 9 Giro d’Italia 2018 (Top Ten)

 

General Classification usai 9 dari 21 Etape

 

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal