Marlen Reusser kembali menjadi yang terbaik di nomor elite putri time trial Kejuaraan Dunia Balap Sepeda 2026. Pembalap Swiss ini sukses mempertahankan gelarnya setelah menaklukkan lintasan sepanjang 39,2 kilometer di Montréal, Kanada, Minggu (20/9).
Reusser mencatat waktu 50 menit 24 detik untuk finis di posisi pertama. Ia unggul 40 detik atas Zoe Bäckstedt (Inggris Raya) yang tampil impresif dan menempati posisi kedua dalam debutnya di level elite Kejuaraan Dunia. Sementara itu, Franziska Koch dari Jerman mengamankan tempat ketiga.
Kemenangan Reusser tidak diraih dengan memacu kecepatan sejak awal. Pembalap Movistar tersebut justru mengatur tenaga secara cermat untuk menghadapi karakter lintasan yang relatif datar, tetapi memiliki bagian akhir yang menantang.
Bäckstedt sempat menjadi yang tercepat pada dua titik intermediate pertama. Namun, pengalaman Reusser berbicara di paruh akhir lomba.
Reusser mampu meningkatkan kecepatannya ketika memasuki bagian penentu. Pada kilometer terakhir, ia bahkan menciptakan perbedaan hampir 30 detik atas Bäckstedt dan akhirnya finis dengan rata-rata kecepatan nyaris 47 km/jam.
Strategi tersebut mengantarkan Reusser mempertahankan gelar yang sebelumnya diraihnya di Kigali, Rwanda pada tahun lalu.
Kemenangan itu terasa semakin spesial, karena diraih tepat pada ulang tahunnya yang ke-35. Reusser pun menyebut keberhasilan ini sebagai hadiah ulang tahun yang sempurna.
“Itu hadiah yang bagus. Saya juga berpikir, menang atau tidak, tetap ada sesuatu yang bisa dirayakan,” ujar Reusser setelah perlombaan.
Lintasan Montréal juga menjadi tantangan tersendiri bagi Reusser. Dengan jarak 39,2 km, rute tersebut hampir dua kali lebih panjang dibandingkan nomor time trial lain di kalender WorldTour musim ini.
Situasi itu membuat Reusser harus benar-benar memperhitungkan distribusi tenaga. Meski memiliki pengalaman panjang di nomor time trial, ia mengaku tidak sepenuhnya yakin bagaimana harus mengatur kecepatan sebelum perlombaan dimulai.
“Itu membuat saya sangat gugup. Di satu sisi saya sangat menantikannya karena memiliki begitu banyak tantangan dan aspek teknis, yang membuatnya jauh lebih menarik untuk dilalui,” kata Reusser.
Namun, ia mengakui panjang lintasan membuat strategi pacing menjadi persoalan berbeda. Bahkan hingga menjelang start, Reusser masih belum sepenuhnya yakin dengan strateginya.
“Sejam sebelum start saya masih belum 100 persen yakin, bahkan ketika berada di lintasan pun saya masih belum 100 persen yakin,” ujarnya.
Sebagai pembalap terakhir yang meninggalkan start ramp, Reusser datang dengan status favorit untuk kembali merebut gelar. Namun, ia menegaskan bahwa status tersebut tidak membuatnya merasa terbebani.
“Saya selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa tidak ada tekanan. [Menang] seharusnya selalu menjadi sesuatu yang sangat sulit setiap kali, tidak peduli apakah Anda pernah menang sebelumnya atau tidak. Ini selalu menjadi tantangan baru,” tutur Reusser.
Menurutnya, persaingan di level tertinggi selalu menghadirkan tekanan yang sama karena para pebalap datang dengan ambisi kemenangan.
“Selalu ada tekanan yang sama karena saya pikir banyak dari kami datang ke sini untuk menang dan kami melakukan banyak hal, terutama banyak orang di sekitar kami melakukan banyak hal. Kami seharusnya tidak memiliki tekanan karena ini olahraga. Ini tentang mencoba menang dan berjuang,” pungkasnya. (mainsepeda)