TREN bersepeda gravel semakin menunjukkan geliatnya di tanah air. Tak sekadar menjadi sarana olahraga. Melintas di medan perpaduan aspal, tanah, hingga jalur bebatuan kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan wadah bersosialisasi antarpesepeda. Salah satunya Graveleur YK, komunitas pesepeda gravel asal Yogyakarta.

Jejak langkah Graveleur YK tidak terbentuk secara instan. Perjalanan komunitas ini berakar dari masa pandemi ketika sekelompok pesepeda sering melakukan gowes bareng (gobar) mengelilingi wilayah Yogyakarta.

"Awalnya karena pandemi, kami sering bersepeda bersama seputaran Jogja. Lalu kami iseng membuat komunitas dengan nama Mariningride," ujar Yuli Arifianto, admin Graveleur YK, mewakili komunitas.

Seiring berkembangnya jaringan dan keberagaman anggota, komunitas itu kemudian mendapat kepercayaan dari GX-ID Jakarta untuk mengelola ruang gerak penggemar gravel di Yogyakarta di bawah naungan GX-YK. Yakni sebuah komunitas yang mewadahi para penikmat sepeda ultra dan gravel yang lumayan besar.

Baca Juga: ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!

Keputusan akhir perubahan nama disepakati secara resmi pada 13 November 2022. "Dengan berbagai masukan dari para senior, maka kami sepakat untuk merubah nama dari GX-YK menjadi Graveleur YK," tambah Yuli.

Perkembangan komunitas gravel itu didukung lanskap di Yogyakarta yang sangat ideal bagi penggemar sepeda off-road. Karakter geografis yang beragam, mulai dari pegunungan hingga garis pantai selatan, memberikan pengalaman eksplorasi bersepeda yang menarik.

"Menurut kami semua rute gravel di Jogja itu menarik. Karena untuk ke arah gunung dan ke laut tidaklah jauh," ungkap Yuli. "Campuran rute gunung sama susur sungai ke laut itu sudah cukup lengkap," lanjutnya.

Meski tidak mematok agenda rutin mingguan secara kaku, Graveleur YK aktif menginisiasi agenda berkala setidaknya satu kali dalam sebulan. Mulai dari Juride Malam, Syawalan Ride, peringatan kemerdekaan, hingga kolaborasi bersama tempat kumpul lokal.

Di antara berbagai pengalaman bersepeda yang telah dilalui, momen menaklukan rute Gravel Fondo menjadi salah satu yang paling berkesan bagi para anggota karena variasi medannya yang lengkap dan menantang.

Baca Juga: Pimpin ICF Jatim, Pasma Royce Tekankan Penguatan Prestasi dan Regenerasi Atlet

Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026

Pengalaman menjelajah rute non-aspal tersebut kini menjadi modal berharga bagi para perwakilan Graveleur YK yang siap berlaga di Nggravel Glenmore 2026.

Event gravel yang diinisiasi oleh Mainsepeda itu bakal menyuguhkan pemandangan perkebunan hijau yang asri, udara segar lereng pegunungan, serta tantangan trek speed gravel yang jarang ditemui di Indonesia. Medannya disebut-sebut paling mirip dengan Unbound Gravel di AS.

Nggravel Glenmore bukan sekadar ajang uji ketahanan fisik. Melainkan juga wadah reunian dan petualangan bagi para pencinta gravel dari berbagai daerah di Indonesia. Mainsepeda sendiri sebelumnya telah menggelar event gravel lain yang berjalan sukses beberapa waktu lalu: Nggravel Blitar. 

Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Mereka hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain. (Mainsepeda)

Populer

Carapaz Mundur dari Kejuaraan Dunia karena Masalah Kesehatan
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Mathieu van der Poel Tak Yakin Bisa Juara Dunia di Montreal
Kejuaraan Dunia Montreal 2026 Dimulai, Pembalap Elite Hadapi Rute 39,9 Km
Dulu Viral di Tour of Britain, Xander Graham Kini Selangkah Menuju WorldTour
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
GTBikeV Bikin Anda Bersepeda di Game GTA
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
Cervelo P5x Lamborghini, Hanya Ada 25 Biji