Tadej Pogacar Ungkap Target Besar, Paris-Roubaix Jadi Prioritas Utama

Tadej Pogacar belum puas meski telah mencatta lima gelar juara umum Tour de France. Pembalap UAE Team Emirates-XRG itu kini mengalihkan fokusnya untuk menaklukkan Paris-Roubaix serta memburu medali emas road race Olimpiade Los Angeles 2028.

Dalam wawancara di podcast Tour 202 milik RTV SLO, Pogacar mengungkapkan sejumlah target besar yang ingin diwujudkannya dalam dua musim ke depan.

Selain kembali memburu gelar juara dunia, Pogacar menegaskan bahwa Paris-Roubaix masih menjadi sasaran utama dalam daftar ambisinya.

"Saya juga ingin memenangi satu lagi gelar juara dunia dan balapan etape. Namun, target terbesar saya tetap Paris-Roubaix," kata Pogacar, Jumat (7/8).

Musim ini Pogacar semakin mendekati koleksi gelar yang nyaris sempurna setelah menambah kemenangan di Milan-San Remo, Tour de Romandie, dan Tour de Suisse. Kini, hanya Paris-Roubaix yang belum berhasil ia menangi di antara lima Monumen balap sepeda dunia.

Pembalap asal Slovenia itu sudah dua kali nyaris menjadi juara Paris-Roubaix. Pada edisi 2025, ia finis di posisi kedua di belakang Mathieu van der Poel. Sedangkan pada musim 2026, ia kembali menjadi runner-up setelah kalah dalam sprint di velodrome dari Wout van Aert.

Meski dikenal sebagai balapan dengan risiko kecelakaan tinggi karena lintasan berbatu (cobblestone), Pogacar menegaskan tekadnya untuk terus kembali hingga mampu meraih kemenangan.

Di sisi lain, keberhasilannya menjuarai Milan-San Remo pada musim ini masih meninggalkan kesan mendalam. Pogacar mengaku belum sepenuhnya menyadari bahwa dirinya akhirnya mampu menaklukkan salah satu balapan klasik paling bergengsi tersebut.

"Saya masih belum benar-benar menyadari bahwa akhirnya bisa memenangi Milan-San Remo. Mungkin saya baru akan merasakannya pada Januari atau Februari tahun depan, ketika saya tidak perlu lagi datang setiap beberapa hari untuk berlatih di tanjakan Cipressa dan Poggio," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan lebih nyaman menjalani latihan di Prancis dibandingkan kawasan San Remo yang menurutnya dipadati kendaraan bermotor dan pesepeda.

Selain memburu kemenangan di balapan klasik, Pogačar juga menargetkan medali emas Olimpiade Los Angeles 2028. Ia sebelumnya meraih medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021.

Sementara kesempatan tampil di Olimpiade Paris 2024 batal terwujud setelah memutuskan mundur karena kelelahan usai menjuarai Giro d'Italia dan Tour de France.

Menurut Pogacar, Olimpiade memiliki arti khusus karena hanya digelar empat tahun sekali, sehingga membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan balapan lainnya.

"Olimpiade tentu menjadi balapan yang ingin saya menangi. Ajang itu hanya datang setiap empat tahun sekali, jadi saya harus menyusun program agar mencapai kondisi terbaik pada waktu yang tepat," kata Pogačar.

Ia menyadari target tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan kepentingan tim UAE Team Emirates-XRG yang biasanya berfokus pada kalender WorldTour. 

"Balapan itu mungkin bukan prioritas utama bagi tim, tetapi itu adalah keinginan saya dan saya yakin tim akan mempertimbangkannya," ujarnya.

Sebelum memburu target-target tersebut, Pogacar akan lebih dulu kembali tampil di Vuelta a Espana mulai 22 Agustus. Ini menjadi penampilan pertamanya di Grand Tour Spanyol itu sejak debutnya pada 2019.

Jika berhasil menjadi juara, Pogacar akan melengkapi koleksi kemenangan di tiga ajang Grand Tour setelah sebelumnya menguasai Tour de France dan Giro d'Italia. Kesuksesan itu juga akan semakin mendekatkannya pada impian memiliki daftar prestasi paling lengkap dalam sejarah balap sepeda modern. (mainsepeda)


COMMENTS