Dua pria yang nekat menerobos peloton Giro d’Italia saat etape keenam pada Kamis (14/5), telah diidentifikasi dan dilaporkan ke pihak berwenang Italia setelah aksinya viral di media sosial.

Menurut laporan sejumlah media Italia, kedua pria berusia 19 dan 20 tahun tersebut menyaksikan balapan di kawasan bundaran dekat San Vitaliano, sekitar 50 kilometer sebelum garis finis. Saat rombongan pembalap melintas, keduanya tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan berusaha menyentuh para pembalap yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Aksi berbahaya tersebut direkam oleh seorang pria lain yang berada di lokasi. Video insiden kemudian menyebar luas di media sosial dan memperlihatkan ketiganya tertawa setelah melakukan tindakan itu.

Polisi dilaporkan telah mengidentifikasi dua pelaku yang masuk ke lintasan balap. Keduanya kini dilaporkan ke kantor jaksa penuntut umum di Nola atas dugaan membahayakan keselamatan dalam ajang olahraga.

Meski telah dilaporkan, kedua pria tersebut untuk sementara masih belum ditahan. Jika terbukti bersalah, mereka terancam menerima DASPO atau larangan menghadiri acara olahraga di Italia, termasuk kemungkinan denda administratif.

BACA JUGA: Penonton Giro d'Italia 2026 Nyaris Tendang dan Dorong Pembalap

Pembalap XDS Astana, Alberto Bettiol mengaku menyaksikan langsung kejadian itu dari dekat. Ia mengatakan aksi penonton itu sangat berbahaya bagi keselamatan pembalap.

"Saya melihat semuanya karena Thomas Silva berada tepat di depan saya, dan dia menyuruh mereka pergi. Mereka tidak menyadari seberapa cepat kami melaju. Jika kami menyentuh mereka, semua bisa terluka," kata Bettiol.

Dalam rekaman video yang beredar, salah satu pria mengenakan kaus putih dan tas pinggang, terlihat beberapa kali melakukan gerakan menerobos ke arah peloton. Pada percobaan terakhir, ia tampak menepuk paha atas salah satu pembalap tim Soudal Quick-Step.

Beruntung, tidak ada pembalap yang terjatuh akibat insiden tersebut.

Pihak penyelenggara Giro d’Italia juga merespons keras aksi itu melalui akun resminya di media sosial. Penyelenggara mengingatkan para tifosi agar tetap menjaga keselamatan dan menghormati jalannya balapan.

“Hormati pembalap. Hormati balapan. Hormati Giro d’Italia,” tulis akun resmi Giro d’Italia.

Mereka juga menegaskan bahwa antusiasme penonton di sepanjang lintasan sangat diapresiasi, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar.

"Fans, tifosi, kami mencintai dukungan kalian di pinggir jalan. Kami menyukai semangat kalian. Namun ada garis yang tidak boleh dilewati. Jangan seperti orang ini," lanjut pernyataan tersebut. (mainsepeda)

Populer

Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Bromo KOM 2026: Dari Aspal Jalan Sampai Kebutuhan Medis Dibahas Serius
Jonas Vingegaard Yakin Tampil Lebih Kuat di Tour de France 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu
Vingegaard Juara Giro d'Italia 2026, Lengkapi Koleksi Tiga Gelar Grand Tour