Thomas Silva (XDS-Astana) mencatat sejarah di Giro d’Italia 2026 setelah memenangi etape kedua pada Sabtu (9/5). Pembalap asal Uruguay itu sukses memenangkan sprint grup kecil sekaligus merebut jersey merah muda (maglia rosa).

Silva tampil impresif pada 200 meter terakhir. Pembalap 24 tahun tersebut melancarkan sprint lebih awal dan mampu mempertahankan kecepatannya hingga garis finis, meski terus mendapat tekanan dari Florian Stork (Tudor Pro Cycling) dan Giulio Ciccone (Lidl-Trek).

Kemenangan tersebut terasa spesial karena Silva menjadi pembalap Uruguay pertama yang berhasil memenangi etape Grand Tour sepanjang sejarah balap sepeda profesional.

Selain meraih kemenangan etape, Silva juga mengambil alih pimpinan klasemen umum (GC) Giro d’Italia 2026. Ia unggul empat detik atas Florian Stork (Tudor) dan Egan Bernal (Netcompany Ineos).

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026: Paul Magnier Raih Maglia Rosa Pertama

Sementara itu, etape kedua berlangsung dramatis sejak awal hingga akhir. Jalur sepanjang pegunungan Balkan bagian timur itu menghadirkan tiga tanjakan kategori tiga serta finis menanjak yang cukup teknis di Veliko Tarnovo.

Balapan sempat dikuasai duo Polti-Visit Malta, Diego Sevilla dan Mirco Maestri, yang membangun keunggulan lebih dari lima menit. Sevilla bahkan memperkokoh posisinya di klasemen raja tanjakan setelah menjadi yang tercepat di dua pendakian awal.

Namun situasi berubah drastis menjelang tanjakan terakhir ketika kecelakaan besar terjadi di dalam peloton. Sejumlah pembalap terjatuh, termasuk Adam Yates, Derek Gee-West, Wilco Kelderman, dan Jay Vine.

Vine menjadi salah satu korban terparah dan harus meninggalkan balapan setelah mendapat penanganan medis. Rekan setimnya di UAE Team Emirates-XRG, yakni Adam Yates, juga kehilangan lebih dari sepuluh menit sehingga tersingkir dari persaingan perebutan jersey pink.

BACA JUGA: Giro d’Italia 2026: Bernal Kejar Hasil Besar Bersama Ineos

Penyelenggara balapan akhirnya menetralkan lomba dengan sisa 20 kilometer akibat banyaknya pembalap yang terlibat kecelakaan dan keterbatasan kendaraan medis.

Balapan kembali dimulai saat menyisakan 18 kilometer menuju finis. Egan Bernal memanfaatkan kesempatan untuk merebut bonus waktu pada Red Bull Kilometer dan memperbaiki posisi di klasemen umum.

Persaingan memanas di tanjakan terakhir menuju Lyaskovets Monastery Pass dengan gradien maksimum mencapai 14 persen. Jonas Vingegaard mulai melancarkan serangan sekitar 600 meter sebelum puncak tanjakan.

Juara Tour de France dua kali itu sempat membentuk grup kecil bersama Giulio Pellizzarri dan Lennert van Eetvelt. Ketiganya bekerja sama dengan baik dan sempat unggul 20 detik dari kelompok utama saat memasuki sembilan kilometer terakhir.

Meski begitu, keunggulan mereka perlahan terpangkas pada kilometer terakhir. Jan Christen sempat mencoba menyerang lebih dahulu, tetapi kelompok pengejar berhasil kembali menyatu menjelang sprint penentuan.

XDS-Astana kemudian mengambil alih kendali di depan peloton kecil, sebelum Silva melesat menuju finis untuk memastikan kemenangan bersejarah bagi Uruguay. (mainsepeda)

Populer

Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Bromo KOM 2026: Dari Aspal Jalan Sampai Kebutuhan Medis Dibahas Serius
Jonas Vingegaard Yakin Tampil Lebih Kuat di Tour de France 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu