Kota Malang belakangan makin lekat dengan event sepeda. Setelah menjadi tuan rumah acara Brompton Day Out (BOD), sepekan kemudian Pemkot Malang menggelar event gowes untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.
Event sepeda hasil kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan itu cukup unik. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menggabungkan olahraga, promosi pariwisata, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Salah satu kegiatan utama dalam perayaan ini adalah bersepeda sejauh 112 kilometer, yang melambangkan usia Kota Malang yang ke-112. Kegiatan ini diikuti oleh 112 pesepeda terpilih dari berbagai komunitas sepeda di wilayah Malang Raya.
"Kenapa pesertanya terpilih karena event ini konsepnya start dan finis bareng," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso.
Menurut Erik, peserta harus memenuhi persyaratan tertentu, terutama dari segi kesiapan fisik dan pengalaman bersepeda jarak jauh. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mampu menjaga ritme perjalanan dalam satu rombongan (peloton) dari start hingga finis.
"Selama perjalanan, peserta mempertahankan kecepatan rata-rata sekitar 30 km/jam," kata Erik.
Dengan kecepatan yang konsisten, seluruh peserta dapat menyelesaikan rute secara bersama-sama dengan tertib dan aman.

Rute gowes 112 km itu dimulai dari Balai Kota Malang. Rombongan kemudian mengarah ke utara menuju Singosari. Dari sana, peserta melanjutkan perjalanan ke arah timur melalui wilayah Pakis, yang termasuk kawasan Malang Timur.
Setelah itu, rute berlanjut ke arah selatan menuju Kepanjen, sebelum akhirnya kembali ke pusat kota, lewat jalur "tengah". Titik finis ditetapkan di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
Secara keseluruhan, kata Erik, rute kali ini beragam: mulai dari utara, timur, selatan, hingga kembali melalui jalur tengah. Harapannya bisa memberikan pengalaman bersepeda yang menantang sekaligus memperlihatkan keindahan geografis Malang Raya.
"Meskipun tidak seberapa menanjak, tapi kontur jalan di Malang Raya ini kan beda. Jadi tetap saja lumayan terasa," terangnya.

Dalam acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyediakan 112 doorprize bagi para peserta, sejalan dengan tema angka 112. Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan bantuan kepada 112 pekerja rentan. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
Program itu adalah inisiatif strategis BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan seluruh pekerja, baik formal (karyawan) maupun informal (rentan/mandiri), terlindungi oleh jaminan sosial kecelakaan kerja, kematian, dan hari tua.
"Jadi kita ingin membuat gerakan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Gowes berupa rangkaian di dalamnya. Utamanya ialah Pak Walikota me-launching gerakan tersebut melalui ekosistem RT dan RW," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang adalah Zulkarnain Mahading.
Zulkarnain menambahkan kegiatan gowes bareng yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan juga untuk mendukung program Ngalam Tahes (Malang Sehat). Program ini bertujuan mendorong gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan bagi aparatur dan seluruh warga di Kota Malang.
"Itu juga tujuan kami bersinergi Pemerintah Kota Malang. Selain itu, Malang ini kota wisata cocok untuk acara gowes," tambahnya.
Hal ini diamini pula oleh Erik yang mengatakan event sepeda ini selain untuk memperingati ulang tahun Kota Malang juga untuk mendukung sektor pariwisata di Malang Raya. "Malang itu kan punya kondisi geografis yang beragam dan menarik. Sangat potensial sebagai destinasi wisata berbasis olahraga, khususnya bersepeda," kata Erik.
Upaya itu juga sejalan dengan program pemerintah yang tengah mendorong transformasi budaya kerja, salah satunya melalui program “Bike to Work”. Program ini kembali digalakkan, terutama di tengah kondisi krisis energi global, sebagai alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan menyehatkan.(*)