EJJ 2026: Pakar Olahraga Ingatkan Pentingnya Karbohidrat untuk Ultra-Cyclist

Ultra-cycling bukan sekadar adu kecepatan di atas pedal. Di dalamnya, terdapat jarak ratusan hingga ribuan kilometer dengan batasan waktu yang ketat. Hal ini membuat para pesertanya dituntut memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi. 

Selain itu, manajemen waktu hingga asupan makanan yang tepat jadi prioritas di sepanjang perjalanan. Dokter spesialis Kedokteran Olahraga, Pratama Wicaksana Wijaya, membagikan panduan singkat yang dapat jadi bekal para ultra-cyclist yang akan mengikuti East Java Journey (EJJ) 2026 pada 2-8 Februari 2026. 

Salah satu momok terbesar dalam olahraga ekstrem adalah kondisi bonking. Tubuh mengalami kehabisan tenaga karena kurangnya asupan makanan yang tepat. Pria yang sering disapa Dr. Tommy itu menegaskan konsumsi karbohidrat menjadi kunci utama. 

Ultra-cycling adalah olahraga ketahanan tubuh sehingga karbohidrat menjadi bahan bakar utama. Menurut America College of Sport and Medicine, idealnya para peserta disarankan mengkonsumsi 30-60 gram karbohidrat per jam selama berolahraga ekstrem.

Baca Juga: EJJ 2026: Cerita, Strategi, dan Ambisi Para Peserta Pair

Sebagai pembanding, sepiring nasi dengan berat 150-200 gram hanya terdiri 40-50 gram karbohidrat. Meskipun demikian, kondisi ini bisa berbeda di masing-masing individu. Selain itu, nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat yang bisa dimanfaatkan. Banyak penggantinya, seperti mie, roti, kentang, energi gel, minuman kemasan dan lain sebagainya. 

"Nutrisi yang paling utama di endurance sport itu karbohidrat. Tapi yang terpenting adalah bagaimana peserta dapat makan yang cukup dan bisa diolah oleh tubuh," kata Pratama.

Pratama juga memberikan saran agar mengutamakan konsumsi real food daripada produk instan. Meski energy gel atau produk instan lain mampu memberikan asupan yang mudah dicerna, tapi real food menjanjikan daya tahan lebih lama dan mengenyangkan. 

Terkait manajemen istirahat dan tidur, Pratama menyarankan para peserta EJJ untuk mengutamakan kualitas tidur daripada kuantitasnya. Apalagi event ultra biasanya terpancang akan Cut of Time (CoT) yang terbatas. 

"Yang terpenting adalah deep sleep, meskipun durasinya singkat. Pastikan tidur dalam kondisi yang nyaman. Semisal badan bersih, lampu dimatikan, suhu ruangan juga nyaman agar saat bangun, fokus kembali terjaga."

Keberhasilan dalam ultra-cycling harus dipersiapakan dengan sangat detail. Setiap ultra-cyclist harus mengenal dirinya sekaligus sensitif terhadap tanda-tanda tubuh yang kelelahan. "Plan-nya harus sedetail mungkin sesuai dengan timeline perlombaan. Namun, tetap ada ruang fleksibilitas ketika ada kejadian tak terduga," tambahnya. 

Sementara itu, saran Pratama diamini salah satu peserta EJJ 2026, Habibie Noor Muhammad. Ultra-cyclist asal Malang itu mengaku akan menambah intensitas asupan makanannya di perjalanan. Bahkan ia dikenal sebagai goweser kuliner saking seringnya berhenti makan di jalan saat EJJ 2024 lalu. 

"Kalau lapar ya makan, ngantuk ya tidur, solat ya solat. Mengalir saja. Yang jelas pas di jalan ada makanan yang diingini ya berhenti. Strategi itu ampuh saat saya EJJ 2024 lalu," ujar cyclist yang pernah bersepeda dari Malang ke Mekkah, Arab Saudi tersebut. 

Di lain pihak, pihak panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan para peserta. Mainsepeda telah menyediakan refreshment yang memadai, fisioterapi, hingga mekanik di setiap Check Point (CP) yang ditentukan. 

Baca Juga: Dulu Cuma Jadi Dotwatcher, Kini Hafizh Anugrah Siap Taklukkan EJJ 1.500 Km

Ditambah lagi, panitia masing-masing akan menyediakan dua mobil safety dengan tenaga medis dan satu mobil ambulans di setiap kategori jarak EJJ 2026. Kendaraan kesehatan itu akan mengikuti seluruh jalur EJJ 2026, baik kategori 1.500 Km dan 600 Km, untuk mengantisipasi kondisi mendesak.

"EJJ bersifat unsupported seperti event ultra yang lainnya. Tapi Mainsepeda tetap fokus pada keselamatan dan kenyamanan saat event berlangsung," kata perwakilan Mainsepeda, Donny Rahardian.

East Java Journey (EJJ) akan menjadi event pertama di kalender Mainsepeda 2026. Seperti tahun sebelumnya, event ini bersifat unsupported dengan dua kategori jarak. Yaitu 1.500 Km (Race) dan 600 Km (Non-Kompetitif). 

Mainsepeda sendiri saat ini telah membuka registrasi untuk single-event kalender Mainsepeda 2026. Dari EJJ 2026, Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ). Selain itu, terdapat pula paket bundling dengan potongan harga hingga 40 persen. Pendaftaran dilakukan melalui Mainsepeda App! (Mainsepeda)


COMMENTS