East Java Journey (EJJ) 2026 membuat Erlangga Budiman kepincut. Pesepeda asal Tangerang Selatan ini memutuskan terjun di kategori Full Journey 1.500 km karena terpikat konsep eksplorasi total Jawa Timur yang ditawarkan oleh Mainsepeda.

Bagi Erlangga, EJJ bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan kesempatan langka untuk mengenal karakter dan keragaman di Jawa Timur secara mendalam dalam waktu satu minggu. Ia melihat rute ribuan kilometer itu sebagai perjalanan yang baru baginya.

Seperti diketahui, EJJ 2026 kategori 1.500 Km setidaknya akan melintasi 15 Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Rutenya akan searah jarum jam dengan menjanjikan panorama keindahan bercampur dengan rute menantang yang sulit dilupakan. 

Baca Juga: Dulu Cuma Jadi Dotwatcher, Kini Hafizh Anugrah Siap Taklukkan EJJ 1.500 Km

"Pengalaman ini tentu akan menjadi perjalanan penuh makna, menantang, sekaligus memperkaya wawasan dan perspektif saya," ujar cyclist yang sering disapa EB itu.

EB memilih terjun ke dunia ultra cycling karena alasan yang cukup personal: kenyamanan dalam kesendirian. Meski terdengar klise, Erlangga mengaku menemukan kejujuran diri saat harus berjuang sendirian di atas sadel dan menempuh jarak ratusan kilometer.

Motivasinya tumbuh secara alami seiring kecintaannya mengeksplorasi wilayah baru. Berinteraksi dengan warga lokal yang memiliki latar belakang beragam disebutnya dapat memberikan energi tambahan baginya.

Pengalaman berkesan didapatnya saat pertama kali menghadapi rute dengan elevasi ekstrem. Momen itu menjadi titik balik bagi Erlangga untuk menyadari betapa krusialnya penguasaan teknik shifting dan pemilihan rasio gir yang tepat pada medan berat.

Alih-alih kapok karena tanjakan yang menyiksa, ia justru semakin terpacu untuk berkembang. Tantangan tersebut memicu semangatnya untuk lebih serius mempelajari teknik bersepeda.

"Lebih giat mempelajari teknik bersepeda ultra agar di setiap rute dapat dihadapi dengan efektif dan efisien," sambungnya.

EJJ 2026 akan menjadi catatan sejarah baru baginya sebagai ajang kompetitif pertama yang diikuti. Sebelumnya, ia lebih banyak aktif melahap rute ultra dalam solo riding maupun group riding bersama komunitasnya.

Rekor pribadinya saat ini adalah menuntaskan rute Tangerang Selatan menuju Yogyakarta sejauh 532 km. Menariknya, jarak tersebut ia selesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam saat momen pergantian tahun baru beberapa waktu lalu.

Menghadapi rute 1.500 km di EJJ 2026, Erlangga memasang target yang terukur. Persiapannya pun terbilang solid karena ia sudah terbiasa berlatih setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Baginya, latihan endurance dan penguatan fisik sudah menjadi bagian dari rutinitas.

Baca Juga: EJJ 2026: Siku Sempat Hancur, Semangat Hadi Subroto Tak Luntur

"Targetnya selesai pada Jumat malam atau paling lambat Sabtu dini hari," tutupnya.

East Java Journey (EJJ) akan menjadi event pertama di kalender Mainsepeda 2026. Seperti tahun sebelumnya, event ini bersifat unsupported dengan dua kategori jarak. Yaitu 1.500 Km (Race) dan 600 Km (Non-Kompetitif). 

Mainsepeda sendiri saat ini telah membuka registrasi untuk single-event kalender Mainsepeda 2026. Dari EJJ 2026, Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ). Selain itu, terdapat pula paket bundling dengan potongan harga hingga 40 persen. Jika berminat, daftar melalui Mainsepeda App! (Mainsepeda)

Populer

Debut di EJJ 1.500 Km karena Tergoda Keindahan Jawa Timur
Misi Mustahil Visma-Lease a Bike: Saat Taktik Ekstrem Pun Tak Cukup Menahan Pogacar
Shimano GRX, Grupset Khusus untuk Gravel Bike
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bentang Jawa Lunas
Tips Anti Bonking Saat Gowes
Dulu Cuma Jadi Dotwatcher, Kini Hafizh Anugrah Siap Taklukkan EJJ 1.500 Km
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?
Evolusi Sepeda Trek: Dari Madone Allrounder hingga Emonda Aero