EJJ 2026: Siku Sempat Hancur, Semangat Hadi Subroto Tak Luntur

Hadi Subroto, cyclist asal Ponorogo, memutuskan untuk berpartisipasi di East Java Journey (EJJ) 2026 1.500 Km pada 2-8 Februari 2026. Ini adalah misi remedial. Hadi sebelumnya gagal finish di EJJ 2025 karena cedera lutut dan Did Not Finish (DNF) di KM 385. 

Akan tetapi, EJJ 2026 tak hanya jadi event 'perbaikan nilai'. Bagi Hadi, EJJ 2026 akan memberikan kesan mendalam, Terlebih jika ia sanggup menyelesaikan tantangan 1.500 Km. Target yang gagal ia raih karena banyak menemui tembok penghalang. 

Tahun 2025 memang menjadi momen tersulit bagi mantan pebasket ini. Ia mengalami sejumlah cedera serius yang menghalangi karier bersepeda ultra cycling-nya yang baru seumur jagung. 

Baca Juga: 20 Cyclist Kupang Ramaikan Bromo KOM 2026

Cedera terburuknya adalah siku kanan yang remuk karena insiden kecelakaan. Hadi terperosok ke jurang saat mengikuti event ultra-cycling di Flores pada April tahun lalu. 

Kejadian itu membuatnya menepi dari bersepeda. Ia harus menjalani prosedur operasi rumit pada awal Mei 2025. Bahkan, sikunya harus dicangkokkan dengan tempurung tulang sapi saking hancurnya.

Kondisi Hadi pasca operasi siku pertama Flores pada akhir April 2025 lalu.

Hadi sempat terpikir menyerah dan tidak akan bersepeda ultra lagi. Ia mengaku mentalnya down. Namun, dukungan dari pasangan dan timnya, Gentleman Cycling Community (GCC) Roadbike, membuatnya mengambil keputusan untuk bangkit. 

"Yang bikin gak kapok gowes ultra ya dukungan istri dan GCC Roadbike, terutama om Beni (Founder GCC) yang masih percaya saya mampu," kata Hadi.

Dukungan dari orang terdekat itu yang membuat penyembuhan Hadi berjalan cepat. Sebulan pasca operasi, ia kembali bersepeda dengan tangan kanan masih menggunakan gips. Dan bulan berikutnya, Hadi sudah balapan mengikuti event ultra melingkari Gunung Wilis sejauh 255 Km dengan elevation gain 1.457 meter. Ia finish strong dengan catatan waktu 9 jam 49 menit serta duduk di peringkat ke-12 dari 200-an peserta.

"Dua bulan pasca operasi langsung balapan lagi. Meski tidak podium, peringkat ke-12 itu sudah seperti podium bagiku," jelasnya. 

Hadi baru 'terjun' ke dunia sepeda pada 2024 lalu. Setahun setelahnya ia sudah berani mendaftar EJJ 2025 1.500 Km. Akan tetapi, pengalaman yang masih minim membuatnya mengalami cedera. Program latihannya yang salah kaprah membuat lututnya overuse

Latihan longride Hadi ke Cemorosewu dengan jarak 137 Km dan EG 2.235 meter pada Desember 2025 lalu. 

Ia pun mereset ulang cara berpikir dan pola latihannya pasca serentetan cedera yang dialaminya. Sebelumnya, metode latihan Hadi tidak terstruktur dan hanya melihat sisi jarak yang jauh dengan average speed yang tinggi. Yang penting ratusan kilometer dan speed di atas 30 km/jam. Ia juga belum paham betul dengan mekanisme sepeda. Seringkali nanjak dengan gear yang tinggi membuat otot kaki dan lututnya bekerja lebih keras. 

Pola latihannya saat ini benar-benar fokus ke endurance, ada variasi latihannya. Sekali atau dua kali sepekan ada longride di atas 200 Km atau Eg 1.000 meter. Fokus bersepeda juga lebih condong ke cadence dan berpatok pada heart rate (HR), bukan lagi power dan speed. Setelan sepeda pun juga ia sudah rubah dengan lebih baik. 

"Jadi sekarang gowes lebih nyaman dan efisien. Pasca latihan pun badan dan kaki tidak terlalu lelah, jadi akhirnya masih bisa bikin roti," canda Hadi, yang memang memiliki usaha toko roti. 

Persiapan Hadi cukup matang. Melalui akun media sosialnya, ia cukup rajin membagikan momen berlatihnya. Ia pun menargetkan diri akan menyelesaikan jarak 1.500 Km EJJ 2026 dalam rentang waktu empat hari. 

Baca Juga: Pendaftaran All-Event Buka 10 Januari, Siap-siap War Tiket Bromo KOM

"Bisa lebih cepat, bisa lebih lambat. Yang penting tidak ada kendala selama race," tutupnya. 

East Java Journey (EJJ) akan menjadi event pertama di kalender Mainsepeda 2026. Seperti tahun sebelumnya, event ini bersifat unsupported dengan dua kategori jarak. Yaitu 1.500 Km (Race) dan 600 Km (Non-Kompetitif). 

Mainsepeda sendiri saat ini telah membuka registrasi untuk single-event kalender Mainsepeda 2026. Dari EJJ 2026, Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Blitar, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ). Selain itu, terdapat pula paket bundling dengan potongan harga hingga 40 persen. Jika berminat, daftar melalui Mainsepeda App! (Mainsepeda)


COMMENTS