Nggravel Blitar 2025 bukanlah event kompetitif, tak ada penentuan juara atau pemenang. Namun, tetap saja tak sedikit yang menaruh niat untuk kebut-kebutan. Bukan apa-apa, mereka sekadar untuk mencari personal best atau catatan waktu terbaik.  

Cyclist yang paling cepat menyelesaikan tantangan Nggravel Blitar adalah Hendri Yulianto asal Surabaya. Ia menyelesaikan 80 Km rute Nggravel Blitar 2025 dalam kategori Men MTB hanya dalam waktu 4 jam 1 menit 54 detik. Sedangkan Marseillo Pumaro menjadi yang tercepat Men Gravel Bike dengan catatan waktu 4 jam 12 menit 9 detik. 

Untuk kategori cyclist tercepat Women MTB dimiliki Zanira Hanifah yang melintasi jalur off-road 4 jam 40 menit 54 detik. Sementara itu, Ivo Ananda jadi finisher pertama kategori Women Gravel Bike. Ia finish setelah 5 jam 17 menit 44 detik bersepeda. 

Hendri dan Rudi Sudarso saling tarik selama Nggravel Blitar 2025. 

Hendri jadi finisher tercepat karena latihan rutin yang dilakukannya. Ia sering menyambangi ke Bukit Ular. Bukan untuk bersemedi, tapi berlatih gravelan. Tiga kali dalam sepekan. 

Bukit Ular adalah area off-road di dekat Citraland Surabaya yang sejatinya masuk ke wilayah Kabupaten Gresik. Rutenya tak terlalu jauh, tapi cukup untuk melatih kemampuan untuk menerjang jalanan non-aspal. 

Marseillo Pumaro jadi finisher tercepat di kategori Men Gravel Bike. 

"Rutenya komplet. Rute ini (Nggravel Blitar 2025) harus latihan sih. Kalau gak latihan, gak iso ini. Kalau ngikutin nafsu berat ini. Kalau saya latihannya di Bukit Ular," ungkap Hendri.

Cyclist yang tergabung di komunitas Loops CC ini mengaku melakukan merubah sedikit setingan sepedanya. Suspensi sepeda yang awalnya 120 mm dibuat lebih besar di angka 150 mm. Gunanya untuk mengatasi medan yang cukup ekstrem. Sedangkan, tekanan ban dibuat lebih keras agar lebih stiff

"Kelemahannya ya pas nglewatin batu-batu besar tadi agak keselip. Tapi mostly jalurnya kan tanah kerikil jadi enak aja," imbuhnya.

Zanira Hanifah finisher pertama di kategori Women MTB.

Tak hanya Hendri, Zanira Hanifah juga merupakan hasil berlatih di Bukit Ular. Cyclist perempuan 44 tahun itu ditetapkan sebagai finisher pertama di kategori Women MTB. "Rutenya asik, seru banget. Seneng banget karena latihan di Bukit Ular ada hasilnya," tutur Zanira. 

Marseillo yang tercepat di Men Gravel Bike mengaku pilihannya mengganti ban yang lebih lebar ternyata berdampak positif. Ia bisa bersepeda lebih nyaman, di tengah rute all-terrain yang harus dilalui. 

"Saya pakai ban 45 mm biar lebih nyaman karena pas liat vidio cek rute itu kok berbatu banget," ujarnya. 

Ivo Ananda tak menyangka akan menjadi finisher Women Gravel Bike. 

Sementara itu, Ivo Ananda mengaku tak menyangka jadi finisher tercepat di kategori Women Gravel Bike. Padahal awalnya ia ingin turun dengan sepeda MTB demi merasa nyaman.

"Ternyata Mas Azrul itu kasih Gravel Bike itu ada hikmahnya, padahal sudah merayu pakai MTB," kata Ivo girang. (Mainsepeda)

Populer

Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Persaingan Women Elite Bromo KOM 2026: Maghfirotika Marenda Dapat Tantangan Nama-Nama Baru
Sudah Lama Bermimpi Ikut Bromo KOM, Peserta dari Garut Ini Datang Paling Awal Ambil RPC
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Bromo KOM 2026: Dari Aspal Jalan Sampai Kebutuhan Medis Dibahas Serius
Jonas Vingegaard Yakin Tampil Lebih Kuat di Tour de France 2026
In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu