Kontrak John Degenkolb di dsm-firmenich PostNL sebenarnya baru akan habis akhir tahun nanti. Namun, pembalap senior berusia 35 tahun itu sudah mengamankan masa depannya sampai 2025 nanti. Kemarin, tim asal Belanda tersebut mengumumkan perpanjangan kontrak Degenkolb.

Kepastian itu didapatkan Degenkolb ketika dia sedang mempersiapkan diri menyambut musim kedelapannya bersama dsm-firmenich. Artinya, sampai 2025 ia akan bersama tim tersebut selama sembilan tahun.

Awalnya pembalap asal Jerman itu dikenal sebagai sprinter. Lalu, predikat rouleur disematkan kepadanya. Rouleur adalah istilah untuk pembalap yang bernyali, punya kemampuan breakaway, dan punya ketangguhan yang lebih. Bagaimana Degenkolb sukses di Paris-Roubaix pada 2015 adalah bukti bahwa ia seorang rouleur hebat. Ia melakukan breakaway 10 km jelang finis, tidak terkejar. Di tahun yang sama, ia juga memenangi event monument lainnya, Milan-San Remo.

”Saya menghabiskan hampir seluruh karir saya bersama dsm-firmenich PostNL, di sini seperti keluarga bagi saya,” kata Degenkolb sebagaimana dilansir GCN. ”Saya masih punya ambisi di balap sepeda dan semua hal yang ada di dalamnya. Impian besar saya adalah membantu para pembalap muda menemukan passion balapan seperti halnya saya. Saya ingin membantu mereka memenangi balapan-balapan terbesar dalam kalender,” lanjutnya.

Meski sudah senior, Degenkolb masih kompetitif. Terutama di ajang classic. Tahun lalu, ia bersaing sengit melawan Mathieu van der Poel di Paris-Roubaix. Nahas, di segmen Carrefour de l'Arbre, mereka senggolan, Degenkolb terjatuh, Van der Poel melaju menuju tangga juara. Degenkolb tidak menyerah, bangun ia melanjutkan lomba, meski akhirnya harus puas finis di urutan ketujuh.

Apa yang ditampilkan Degenkolb di Paris-Roubaix musim lalu mempertegas predikatnya sebagai pembalap yang pantang menyerang. Saat ini, ia memiliki akumulasi 142 hari balapan, sejak kali terakhir ia did not finish.

Rudi Kemna, pelatih kepala dsm-firmenich, mengaku senang dengan perpanjangan kontrak Degenkolb. Ia menyebut Degenkolb adalah api yang akan memberikan energi tersendiri pada tim.

”John adalah penjaga kultur dan pribadi yang sangat berpengalaman, ia selalu membawa semangat dan energi, namun di sisi lain juga sangat bertanggung jawab kepada tim. Kami sangat senang bersama John lebih lama lagi,” papar Kemma. (mainsepeda)

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Trek MTB Terbaru, Softail atau Full Suspension?  
Merida Reacto V4, Tunggangan Baru Mark Cavendish
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)