Vuelta a Espana 2018 telah berlangsung sembilan etape, tapi persaingan juara overall alias general classification (GC) masih sangat cair. Tak heran bila bintang Movistar, Nairo Quintana, mengingatkan bahwa bakal terjadi “perang” di 12 etape tersisa.

Sembilan etape yang sudah berlalu memang unik. Ada time trial dan etape gunung, tapi etape-etape yang semestinya “datar” justru menjadi etape konstan naik turun yang terus mengacak peserta.

Nairo Quintana (Movistar) mengingatkan perang yang sebenarnya akan terjadi dalam dua pekan tersisa Vuelta a Espana 2018.

Hebatnya, setelah sembilan etape, para unggulan GC masih belum benar-benar menunjukkan taring. Simon Yates (Mitchelton-Scott) sekarang mengenakan red jersey, namun hanya unggul satu detik atas Alejandro Valverde (Movistar). Valverde sendiri, walau memenangi dua etape, merasa dirinya bukanlah senjata utama tim. Senjata utamanya adalah Quintana, yang berada di urutan tiga, hanya 14 detik di belakang Yates.

Dan kalau diperhatikan, hanya 48 detik memisahkan peringkat satu hingga sepuluh. Kalau diperhatikan lagi pembalap-pembalap yang masih punya potensi jadi juara overall, maka semua harus hati-hati hingga urutan 16. Thibaut Pinot (Groupama-FDJ) ada di urutan itu, hanya 2 menit dan 33 detik di belakang.

Simon Yates (Mitchelton-Scott) saat ini mengenakan red jersey pemimpin lomba La Vuelta, tapi kemampuannya untuk bertahan tiga minggu di Grand Tour masih diragukan.

Di atas kertas, Quintana tampaknya adalah unggulan utama saat ini. Apalagi dia pernah memenangi lomba ini pada 2016, dan juga pernah memenangi Giro d’Italia pada 2014.

Meski demikian, Quintana pun tak berani sesumbar. Masih ada terlalu banyak pesaing dan rute berat yang harus dihadapi.

“Satu hal yang pasti: Bakal ada perang yang sesungguhnya. Penonton Vuelta tidak akan merasa bosan,” kata pembalap Kolombia itu.

Miguel Angel Lopez (Astana) merupakan salah satu unggulan juara Vuelta a Espana 2018.

Ketika ditanya siapa kandidat juara lain, Quintana tidak mau mengutamakan satu orang. Simon Yates paling aktif dan kuat sejauh ini, tapi ketahanannya selama tiga pekan belum teruji. Para climber Kolombia lain sedang menakjubkan, yaitu Rigoberto Uran (EF Education First-Drapac), dan Miguel Angel Lopez (Astana).

Rigoberto Uran (EF Education First-Drapac) juga masuk kandidat juara Vuelta a Espana 2018.

Tim yang sedang naik daun, LottoNL-Jumbo, juga diawasi oleh Quintana. “Secara kolektif mereka hebat,” ucapnya.

Pada pekan kedua ini, para unggulan akan kembali disaring. Etape 10, Selasa ini (4 September), adalah etape datar. Tapi setelah itu jalanan akan terus naik turun. Pada pekan kedua ini, etape yang paling ditunggu para unggulan GC adalah Etape 15 menuju Lagos Covadonga.

Itu etape gunung. Pada 2016, Quintana menang di sana, memantapkan langkah menuju juara overall. Apakah tahun ini bakal sama? (mainsepeda)

 Foto : Gettyimage, TDWsport dan Bettini

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi