Bagi para produsen sepeda, merilis sepeda adalah kegiatan “rutin.” Khususnya untuk kategori climbing, aero road, dan endurance. Bisa dilakukan setiap tiga tahun sekali. Bahkan lebih cepat lagi, seperti yang dilakukan oleh Pinarello dengan F10 dan F12.

Untuk sepeda time trial/triathlon, pengembangannya tidak segencar itu. Sangat umum untuk baru melakukan evolusi setelah lima tahun. Alasannya mungkin sederhana: Ini tipe sepeda yang sangat mahal untuk dibuat dan dijual, namun volume penjualannya tidak cukup massal.

Karena itu, peluncuran sepeda TT biasanya tidak seragam/semusim. Bisa kapan saja.

Tahun ini, menjelang Tour de France 2019, Specialized yang melakukannya. Mereka secara resmi merilis Shiv TT terbaru.

Sepeda ini merupakan varian UCI Legal dari sepeda yang sudah mereka rilis sebelumnya, yang tampil di arena triathlon.

Yang menarik, bila sebelum ini semua selalu memburu desain yang lebih aero, lebih cepat membelah angin, maka Shiv TT baru ini punya filosofi beda.

Specialized, yang sangat mengagungkan aero dan memiliki terowongan angin sendiri di markas mereka di California, menyebut Shiv TT baru ini tidak lebih cepat dari Shiv lama.

Target utama mereka justru membuat sepeda yang lebih ringan, lebih mudah dikendalikan (better handling). Bahkan, Shiv TT baru ini diklaim setengah kilogram lebih ringan dari yang lama! Pantas sepeda ini terlihat “kurus,” tidak seperti kebanyakan sepeda TT.

Jadinya ada banyak “rongga” antara bagian-bagian sepeda. Seperti di antara roda belakang dan seat tube. Sekilas, menjadi lebih mirip sepeda aero Venge daripada sepeda TT normal.

Menurut Specialized, kalau digeber lurus sejauh 40 km, Shiv TT ini sama cepatnya dengan yang lama. Tapi, di dunia balap nyata, rutenya tidaklah lurus terus. Ada tikungan-tikungan sempit, bahkan ada tanjakan. Untuk itulah, sepeda dibuat lebih ringan dan lincah.

Saat disimulasikan untuk Etape 9 time trial Giro d’Italia 2019, Mei lalu, sepeda ini bisa melaju sepuluh detik lebih cepat. “(Sepeda ini) memberi kesempatan bagi pembalap untuk menungganginya secara lebih nyaman dan aero, dalam waktu lebih lama,” bunyi pernyataan Specialized.

Shiv TT baru ini dirancang menggunakan disc brake. Sistem yang sangat getol dipromosikan oleh Specialized (dan produsen Amerika lain). Selain itu, Shiv TT ini juga bisa dipasangi grupset 1x, alias hanya satu chainring di depan.

Menjelang Tour de France 2019, sepeda ini sudah meraih sukses di Tour de Suisse dan beberapa kejuaraan nasional di Eropa. Di lomba terbesar, yang dimulai pada 6 Juli ini, Shiv TT akan bisa dilihat beraksi di Etape 2 dan 13. (mainsepeda)

Foto: Specialized

 

        

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas