Kebanyakan cyclist punya kesamaan. Khususnya di Indonesia. Apa pun merek sepeda yang digunakan, kemungkinan besar mereka menggunakan komputer bermerek Garmin. Pekan ini, perusahaan yang berpusat di Olathe, Kansas, itu sedang berduka. Salah satu pendirinya, Gary Burrell, meninggal dunia pada Rabu, 12 Juni, di usia 81 tahun.

Bagi yang penasaran apa arti nama “Garmin,” nama para pendiri adalah jawabannya. Gary Burrell adalah “Gar” pada Garmin. Dia mendirikan perusahaan ini pada 1989 bersama Dr. Min Kao. Ya, “Min” pada Garmin.

Gary Burrell dan Dr. Min Kao.

Sebenarnya, Burrell sudah pensiun sejak 2002, bahkan sudah berhenti jadi co-chairman sejak 2004. Sejak saat itu, statusnya adalah Chairman Emeritus. Tapi, perusahaan ini merupakan karyanya. Sekarang, Garmin sudah memiliki lebih dari 13 ribu pekerja di 60 kantor di berbagai penjuru dunia.

“Gary Burrell adalah teman, mentor, dan partner saya selama lebih dari 30 tahun. Visi dia, nilai-nilainya, kemampuan engineering, dan komitmennya untuk melayani konsumen adalah fondasi dari pertumbuhan perusahaan kami,” kenang Dr. Min Kao.

Saat ini, Garmin dipimpin oleh President dan CEO Cliff Pemble. Dia merupakan salah satu orang yang direkrut Burrell di awal pembentukan perusahaan.

Sebelum mendirikan Garmin, Burrell pernah menjadi pimpinan di perusahaan-perusahaan elektronik kelautan dan penerbangan. (mainsepeda)

 

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?