Peter Sagan tampil mengecewakan di awal musim 2019 ini. Mungkin tidak benar-benar buruk, tapi bisa dibilang mengecewakan mengingat status dan performanya dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, bintang Slovakia itu pun memutuskan istirahat usai gagal finis di La Fleche Wallonne, Rabu (24/4) lalu. “Isi baterai” untuk bersiap menghadapi Tour de France, Juli mendatang.

Ya, Peter Sagan gagal menambah koleksi kemenangan bergengsi di awal musim ini. Dia bahkan baru menang sekali, sebuah etape di Tour Down Under, Januari lalu.

Di musim Classic, dia memang termasuk kompetitif. Namun gagal meraih kemenangan di lomba-lomba paling bergengsi seperti Milan-San Remo, Tour of Flanders, dan Paris-Roubaix. Hasil terbaiknya adalah finis keempat di Milan-San Remo, lalu finis kelima di Paris-Roubaix. Itu saja.

Dalam dua lomba terakhir, dia bahkan memilih turun dari sepeda dan gagal finis. Yaitu di Amstel Gold Race dan La Fleche Wallonne. Seharusnya, dia dijadwalkan tampil di balapan Classic penutup Minggu nanti, Liege-Bastogne-Liege (28 April). Tapi dengan keputusan istirahat ini, dia pasti absen di lomba Monument tersebut.

“Fleche Wallonne yang berat telah berakhir. Saya di sana untuk membantu tim meraih hasil sebaik mungkin. Bersama tim, kami memutuskan bahwa yang terbaik bagi saya adalah untuk beristirahat beberapa hari. Demi menyiapkan diri menghadapi lomba-lomba selanjutnya, dimulai dengan Tour of California, 12 Mei nanti,” kata bintang Bora-Hansgrohe berusia 29 tahun itu, via akun media sosial.

Biasanya, Tour of California memang jadi ajang pemanasan Sagan menghadapi Tour de France. Apalagi, suplier sepeda timnya, Specialized, bermarkas di negara bagian Amerika itu (di Morgan Hill).

Sagan termasuk “Mr. California,” memenangi total 16 etape di lomba itu sejak 2010. Dia juga memenangi gelar overall pada 2015.

Setelah Tour of California, Sagan dijadwalkan tampil di Hammer Stavanger pada akhir Mei, plus Tour de Suisse di bulan Juni, sebelum ke Tour de France. Kita lihat saja, apakah masa istirahat ini bisa mengembalikan kedigdayaan seorang Peter Sagan. (mainsepeda)

Foto : getty images

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Trek MTB Terbaru, Softail atau Full Suspension?  
Merida Reacto V4, Tunggangan Baru Mark Cavendish
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)