Bintang Prancis, Julian Alaphilippe, melanjutkan koleksi kemenangannya di musim 2019. Pada Rabu (24 April), pembalap Deceuninck-QuickStep ini merebut La Fleche Wallonne, balapan kedua dari rangkaian trio Ardennes Classic.

Ini adalah kemenangan kedua berturut-turut Alaphilippe di lomba yang berlangsung di Belgia ini. Sekaligus menambah koleksi gelar bergengsi tahun ini. Sebelum ini, Alaphilippe sudah memenangi Strade Bianche dan Milan-San Remo di Italia. Plus beberapa kemenangan di lomba-lomba lain di awal 2019.

Untuk merebut La Fleche Wallonne ini, Alaphilippe lagi-lagi harus bersaing dengan jagoan Astana, Jakob Fuglsang. Keduanya bersaing di Strade Bianche, juga di Amstel Gold Race Minggu lalu (21 April). Kali ini hasilnya mirip dengan Strade Bianche.
Fuglsang sadar dia bakal kalah sprint, karena itu dia mencoba attack duluan di tanjakan penutup, Mur de Huy. Tanjakan ini panjangnya hanya 1,2 km, tapi kemiringan rata-ratanya hampir 10 persen. Sayang bagi Fuglsang, dia tetap tak mampu membendung laju Alaphilippe di garis finis.

Di belakang mereka, Diego Ulissi (UAE Team Emirates) melengkapi posisi podium. "Ini balapan yang sangat spesial bagi saya. Rasanya saya selalu naik podium setiap kali balapan di sini," kata Alaphilippe usai lomba 195 km tersebut. Usai La Fleche Wallonne ini, musim Classic hanya menyisakan satu lomba. Yaitu balap Monument Liege-Bastogne-Liege, Minggu, 28 April. 
Liege termasuk lomba untuk para climber. Alaphilippe kembali punya kans menambah koleksi gelar di sana. (Mainsepeda)

Juara La Fleche Wallonne

1. Julian Alaphilippe (Prancis) Deceuninck-QuickStep 4:55:14  

2. Jakob Fuglsang (Denmark) Astana Pro Team    

3. Diego Ulissi (Italia) UAE Team Emirates 0:00:06  

4. Bjorg Lambrecht (Belgia) Lotto Soudal 0:00:08  

5. Maximilian Schachmann (Jerman) Bora-Hansgrohe    

6. Bauke Mollema (Belanda) Trek-Segafredo    

7. Patrick Konrad (Austria) Bora-Hansgrohe    

8. Michael Matthews (Australia) Team Sunweb   

9. Jelle Vanendert (Belgia) Lotto Soudal 0:00:11  

10. Enrico Gasparotto (Italia) Dimension Data

 

Populer

In This Economy, Ternyata Ini Alasan Para Peserta Ketagihan Ikut Bromo KOM, Ada yang 12 Kali Ikut!
12 Tahun Bromo KOM, Tetap Melahirkan Debutan yang Penasaran Menaklukkan Wonokitri
Berburu Momen Terbaik di Bromo KOM 2026? Tenang, Puluhan Fotografer Siap Rekam Aksi Peserta
Terbang dari Australia Demi Bromo KOM, Sepeda Cyclist Ini Malah Tertinggal Saat Transit di Singapura
Bromo KOM 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Alur Pengambilan Race Pack
Ewakobro, ”Rumah” Megah Pecinta Brompton Makassar
Paris-Roubaix 2025, Ring Pertarungan Termegah Pogi Vs Van der Poel
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Cervelo S5 Disc: Pakai Stem Model “V” dan Fork Model “Jepit”
Cukur Bulu Kaki Anda (dan Mengapa Itu Bermanfaat)