Philippe Gilbert Juara Paris-Roubaix!

| Penulis : 

Superstar Belgia, Philippe Gilbert, semakin mendekati impian melengkapi gelar Monument-nya. Pada Minggu, 14 April, pembalap Deceuninck-QuickStep itu meraih kemenangan spektakuler di Paris-Roubaix.

Lomba melewati rute berbatu ini merupakan Queen of the Classics. Dari lima Monument, inilah yang dianggap paling bergengsi. Dan Gilbert telah memenanginya.

Dengan hasil ini, berarti Gilbert telah memenangi empat Monument. Sebelumnya, dia pernah menang Giro di Lombardia dua kali (2009, 2010), Liege-Bastogne-Liege (2011), dan Tour of Flanders (2017). Hanya satu balapan Monument yang belum dia raih. Yaitu Milan-San Remo.

Gilbert merebut Paris-Roubaix lewat kekuatan, ketangguhan, dan kecerdikan. Berada di tim kuat, dia merupakan salah satu opsi juara.

Gilbert memulai upaya menang saat lomba 257 km itu tersisa sekitar 50 km. Dia melepaskan diri dari peloton, bersama lima pembalap lain. Yaitu rekan setim Yves Lampaert, Nils Pollit (Katusha-Alpecin), Sep Vanmarcke (EF Education First), Wout van Aert (Jumbo-Visma), dan juara bertahan Peter Sagan (Bora-Hansgrohe).

Enam pembalap ini mampu menjauh dari peloton. Saat lomba sisa, 18 km, hanya lima tersisa. Van Aert terbuang.

Lalu saat hanya tersisa 15 km, Gilbert melakukan attack menentukan. Tuntas melewati sektor berbatu terberat, Carrefour de l’Arbre, dia mencoba meninggalkan semua rekan breakaway. Hanya Nils Politt yang mampu menempel.

Setelah itu, kedua pembalap ini tinggal menunggu adu sprint di Velodrome Roubaix. Gilbert dengan mudah menang adu sprint itu, meraih juara yang dia impikan.

Gilbert, 36 tahun, menuntaskan 257 km ini dalam waktu 5 jam, 58 menit, dan 2 detik. Memang tidak ada tanjakan di Paris-Roubaix, tapi pembalap harus melewati 29 sektor berbatu kejam, total sejauh 54,5 km.

Begitu finis, dia langsung menangis bahagia, disambut oleh bos Deceuninck-QuickStep, Patrick Lefevere. Tim ini benar-benar istimewa di arena Classic. Dari sepuluh pembalap terdepan, empat adalah pembalap Deceuninck-QuickStep. Yves Lampaert juga melengkapi podium di urutan tiga, meninggalkan Peter Sagan di velodrome.

Piala unik berbentuk batu pun diterima oleh Gilbert, siap dipajang di tempat istimewa bersama piala Monument yang lain. (mainsepeda)

Hasil Paris-Roubaix 2019 (Top Ten)

1. Philippe Gilbert (Bel) Deceuninck-Quick Step 5:58:02

2. Nils Politt (Ger) Team Katusha-Alpecin    

3. Yves Lampaert (Bel) Deceuninck-Quick Step 0:00:13  

4. Sep Vanmarcke (Bel) EF Education First 0:00:40  

5. Peter Sagan (Svk) Bora-Hansgrohe 0:00:42  

6. Florian Senechal (Fra) Deceuninck-Quick Step 0:00:47  

7. Mike Teunissen (Ned) Team Jumbo-Visma    

8. Zdenek Stybar (Cze) Deceuninck-Quick Step    

9. Edvaldas Siskevicius (Lit) Delko Marseille Provence    

10. Stefan Kung (Swi) Groupama-FDJ

 

 

Populer

Lawan Arus Mudik Mesin, 57 Pesepeda Pulang Kampung Lebaran Bersepeda
Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Tips Memperkuat Otot dengan Gym
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 3: Tobias Lund Andresen Kalahkan Dominasi Sprinter Kelas Atas