Wheelset Zipp 3ZeroMoto Terinspirasi Motocross

| Penulis : 

Zipp, produsen wheelset asal Amerika merilis produk terbarunya. Diberi nama 3ZeroMoto. Wheelset untuk MTB ini mempunyai inovasi baru yang terinspirasi dari velg motorcross.

Selama ini, pemain sepeda MTB terutama enduro menggunakan wheelset aluminium karena ringan, mudah disetel dan apabila bengkok mudah dikembalikan menjadi bentuk semula. Juga lebih murah dari wheelset berbahan karbon. Tetapi apabila wheelset aluminium bengkok, maka sudah terhitung cacat dan akan kesulitan ketika memasang ban tubeless.

Di sisi lain, wheelset karbon sangat bagus untuk power transfer karena kaku. Keburukannya, kurang fleksibel dan maksimal dalam hal kontrol terutama saat menghajar bebatuan. Maka dikompensasikan dengan menggunakan ban ukuran besar atau memompa ban dengan tekanan lebih tinggi agar aman. Atau bisa juga menggunakan Vittoria Air-Liner atau CushCore sebagai pelindung saat ban disetel tekanan rendah.

Nah, Zipp mempunyai impian membuat wheelset yang memadukan keunggulan aluminium dan karbon dalam satu wheelset. Mempunyai durabilitas tinggi, empuk, dan mampu menahan getaran seperti aluminium, tapi mempunyai kekakuan khas wheelset bahan karbon.

Inspirasinya ada di velg motocross yang menggunakan sistem single wall. Seperti velg motocross, Zipp 3ZeroMotor menggunakan sistem single wall yang membuat ban bisa fleksibel ke kiri dan ke kanan ketika mereka mengalami hantaman atau guncangan medan offroad khas MTB.

Zipp menamakan teknologi ini “Ankle Compliance”. Cara kerjanya sama seperti ankle kaki yang dapat fleksibel ke kanan maupun kiri ketika menginjak bidang yang tidak rata.

Dengan begitu, mengurangi resiko untuk ban kempes dan memaksimalkan traksi di berbagai bentuk medan. Dengan teknologi single wall ini, wheelset dapat menyerap energi hantaman sebelum ditransfter ke cyclist.

“Kami ingin menciptakan wheelset yang bisa ‘hidup’. Artinya tensi jeruji dapat bereaksi untuk meredam goncangan,” tutur Bastien Donze, product manager Zipp.

Zipp 3ZeroMoto mempunyai fitur pemantau tekanan ban dengan alat bernama Tirewiz yang dipasang tepat di pentil ban. Wheelset ini sudah ditest selama 3 tahun oleh 37 cyclist dan menempuh jarak sejauh 35 ribu miles.

Dalam masa uji coba itu, dilaporkan hanya mengalami dua kali ban bocor karena dinding ban selip. Wheelset dengan lebar 30 mm yang berbahan full karbon ini dibanderol USD1,999. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison
Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan