Akhirnya Cannondale Punya Sepeda Aero

| Penulis : 

Ada sepeda mengejutkan dari tim EF Education-Drapac di Abu Dhabi Tour. Sepeda itu finis kelima dalam adu sprint etape pertama, ditunggangi oleh Dan McLay. Mereknya Cannondale, tapi bentuknya belum pernah terlihat sebelumnya.

Ya, itu adalah sebuah sepeda aero! Akhirnya, Cannondale punya sepeda aero!

Selama bertahun-tahun, merek asal Amerika ini bertahan dengan konsep yang tergolong “tradisional.” Mengevolusi SuperSix (kemudian jadi SuperSix Evo) sebagai sepeda untuk segala kebutuhan. Kemudian punya Synapse, yang juga laris-manis di Amerika, tapi sebagai sepeda endurance. Jangan lupa pula, Cannondale mungkin punya sepeda aluminium (alloy) terbaik: CAAD 12, yang performanya mengalahkan banyak sepeda karbon.

Source: Facebook GCN

Padahal, semua produsen lain sudah habis-habisan mengembangkan sepeda yang mengutamakan aerodinamika.

Akhirnya, di awal 2018 ini, Cannondale memunculkan sepeda pembelah anginnya. Kalau melihat daftar di UCI, frame ini akan diberi nama SystemSix. Namanya bukan baru, hingga 2007 lalu nama ini pernah digunakan untuk sepeda-sepeda andalan Cannondale. Di daftar UCI itu, terlihat kalau akan ada tujuh ukuran, mulai 47 hingga 62.

Spy shot sepeda ini sudah muncul dari Abu Dhabi. Bentuknya typical sepeda aero zaman sekarang. Pipih di depan dan “membungkus” ban belakang. Bagian bottom bracket-nya segede gajah, untuk power transfer maksimal. Seat stay-nya model dropped (turun ke bawah, sangat kekinian) untuk ikut membantu kenyamanan.

Yang menonjol: Sepeda Dan McLay dilengkapi dengan disc brake. Asal tahu saja, merek-merek Amerika (dan beberapa merek lain) akan habis-habisan memindah “normal” dari rim brake ke disc brake.

Jangan kaget kalau SystemSix akan seratus persen disc brake. Dan Cannondale bukan yang pertama seperti ini. Giant Propel edisi terbaru juga sudah seratus persen disc brake.

Sekarang tinggal menunggu peluncuran resmi sepeda ini, dan fitur-fitur apa lagi yang tidak terlihat dari sekadar foto! (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?