Remco Evenepoel kembali menunjukkan dominasinya di nomor individual time trial (ITT). Pembalap Belgia itu meraih gelar juara dunia time trial putra elite di Montréal setelah menaklukkan lintasan sepanjang 39,2 kilometer dengan keunggulan hampir satu menit atas pesaing terdekatnya.

Evenepoel mencatat waktu 44 menit 53 detik dan menjadi pebalap putra pertama yang mampu memenangkan gelar juara dunia time trial empat tahun berturut-turut.

Sebelumnya, pembalap Red Bull-Bora-Hansgrohe tersebut telah meraih jersey pelangi di Glasgow, Zürich, dan Kigali. Kemenangan di Montréal membuat rangkaian dominasinya berlanjut. Selain itu, ia tercatat sebagai salah satu spesialis time trial paling sukses dalam sejarah Kejuaraan Dunia.

Evenepoel tampil nyaris tanpa cela sepanjang perlombaan, Senin (21/9) dini hari WIB. Ia menjadi yang tercepat di setiap titik pencatatan waktu dan akhirnya mencatat rata-rata kecepatan 52,4 kilometer per jam.

Filippo Ganna menjadi satu-satunya pembalap yang relatif mampu mendekati catatan waktu Evenepoel. Namun, wakil Italia itu tetap harus puas dengan medali perak setelah tertinggal 57 detik.

Kejutan terbesar datang dari Paul Seixas. Pembalap Prancis berusia 19 tahun tersebut merebut medali perunggu setelah mencatat waktu 46 menit 6 detik atau tertinggal 1 menit 13 detik dari sang juara dunia.

"Sungguh luar biasa. Jelas, tujuan saya datang ke sini adalah menang untuk keempat kalinya secara beruntun. Itu menjadi motivasi besar," ujar Evenepoel setelah finis.

Ia juga memberikan apresiasi kepada tim dan para pendukung teknis yang membantunya mempersiapkan perlombaan, termasuk Specialized yang menyediakan perlengkapan baru untuknya.

"Balapannya sangat cepat. Saya sangat senang dengan perasaan saya dan kemampuan melewati tikungan. Ini lintasan yang sangat menuntut, dengan bagian awal dan akhir yang teknis serta bagian tengah yang membutuhkan tenaga besar," ujarnya.

Manajemen tenaga menjadi salah satu faktor penting dalam time trial sejauh 39,2 kilometer. Bahkan, Evenepoel sempat khawatir telah mengeluarkan tenaga terlalu besar pada bagian awal.

Mulanya ia hanya unggul sembilan detik atas Jakob Soderqvist. Namun, kondisi fisiknya membuat Evenepoel mampu mempertahankan tekanan hingga garis finis.

Performa tersebut juga menjadi modal penting bagi Evenepoel untuk nomor road race yang akan menjadi target berikutnya.

"Saya harus mengatakan bahwa sepanjang hari saya merasakan kondisi yang luar biasa. Ini awal yang sangat bagus untuk Kejuaraan Dunia," tutur Evenepoel.

Setelah mengamankan jersey pelangi keempat secara beruntun, Evenepoel kini memiliki waktu untuk memulihkan diri sebelum kembali berlomba.

"Saya pikir sekarang ada cukup waktu untuk beristirahat dan menikmati kemenangan spesial ini. Fokus penuh mulai Selasa untuk hari Minggu," katanya. (mainsepeda)

Populer

Remco Evenepoel Cetak Sejarah, Juara Dunia ITT Empat Kali Beruntun
Marlen Reusser Pertahankan Gelar Juara Dunia ITT di Montréal
Kejuaraan Dunia Montreal 2026 Dimulai, Pembalap Elite Hadapi Rute 39 Km
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability
Alexey Lutsenko Juara ITT Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Mathieu van der Poel Tak Yakin Bisa Juara Dunia di Montreal
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Tren Baru: Balapan Sepeda MTB Pakai Drop Bar
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (3-Habis)