Bastien Tronchon (Groupama-FDJ United) meraih kemenangan WorldTour pertamanya setelah menjadi yang tercepat dalam sprint dramatis pada etape 10 Vuelta a España 2026, Selasa (1/9).

Pembalap Prancis itu berhasil melewati para pesaingnya pada kilometer-kilometer terakhir untuk merebut kemenangan di etape sepanjang 184,7 kilometer dari Alcaraz menuju Elche de la Sierra.

Magnus Cort (Uno-X Mobility) finis di posisi kedua, disusul Thibau Nys (Lidl-Trek) di tempat ketiga. Sementara Wout van Aert (Visma-Lease a Bike) harus puas finis keempat.

Sprint berlangsung dalam situasi kacau setelah dua pembalap, Yevgeniy Federov (XDS-Astana) dan Xabier Azparren (Pinarello Q36.5), sempat mempertahankan keunggulan tipis hingga mendekati garis finis.

Tronchon kemudian melesat melewati keduanya dalam sprint akhir untuk memastikan kemenangan.

Menariknya, pembalap berusia 24 tahun itu bahkan belum yakin dirinya telah memenangi etape ketika melewati garis finis.

“Saya hanya melancarkan sprint. Saya finis di garis, tetapi tidak yakin apakah ada pembalap lain di depan. Jadi, saya tidak mengangkat tangan. Ini luar biasa, saya tidak percaya,” kata Tronchon.

Kemenangan tersebut menjadi kejutan bagi Tronchon. Ia mengaku persiapannya menuju Vuelta a España tidak berjalan ideal dan beberapa etape sebelumnya terasa sangat berat.

Namun, kondisi fisiknya membaik pada etape 10 dan dia mampu memanfaatkan peluang dalam sprint akhir.

“Beberapa hari terakhir sangat berat bagi saya, tetapi hari ini saya dalam kondisi bagus,” ujarnya.

Tronchon juga mengungkapkan strategi yang dijalankannya bersama rekan setimnya, Guillaume Martin, untuk menghadapi etape tersebut.

“Saya mengatakan kepada Guillaume Martin, ‘gas penuh sampai kamu mati dan saya akan mengambil sisanya’. Gila,” katanya.

Etape 10 menjadi tantangan tersendiri karena merupakan balapan pertama setelah hari istirahat. Para pembalap harus kembali beradaptasi dengan ritme kompetisi setelah sehari tanpa balapan.

Rute sepanjang 184,7 kilometer juga tidak mudah. Meski hanya terdapat tiga tanjakan kategori tiga, para pembalap menghadapi rangkaian tanjakan tanpa kategori yang berlangsung hampir sepanjang etape.

Menjelang finis, masih terdapat tanjakan sekitar empat kilometer menuju garis akhir. Kondisi tersebut membuat etape ini cocok bagi pembalap seperti Van Aert dan Matthew Brennan.

Visma-Lease a Bike pun mengendalikan sebagian besar jalannya perlombaan. Tim tersebut berusaha menjaga agar kelompok pelarian tidak membangun keunggulan terlalu besar.

Pelarian awal yang terdiri dari tujuh pembalap akhirnya menyisakan Michael Gogl (Alpecin-Premier Tech) dan Fredrik Dversnes (Uno-X Mobility). Dversnes bahkan mampu bertahan hingga sekitar tiga kilometer sebelum finis.

Setelah Dversnes tertangkap, Federov dan Azparren melancarkan serangan pada fase akhir. Keduanya sempat menjaga jarak tipis dari rombongan utama sebelum akhirnya disalip Tronchon dalam sprint menuju garis finis.

Hasil tersebut tidak mengubah persaingan klasemen umum (GC). Kelompok pembalap kandidat juara umum finis bersamaan dengan Tronchon, sehingga tidak terjadi perubahan di posisi 10 besar.

Enric Mas (Movistar) tetap mempertahankan jersey merah sebagai pemimpin klasemen umum Vuelta a España 2026. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...