Bryan Coquard (Cofidis ) akhirnya meraih kemenangan etape Grand Tour pertamanya setelah menaklukkan sprint dramatis di Xeraco pada etape 8 Vuelta a España 2026, Sabtu (29/8).

Coquard mengalahkan Mads Pedersen (Lidl-Trek( dalam duel ketat hingga garis finis. Jordi Meeus (Red Bull-Bora-Hansgrohe) melengkapi podium di posisi ketiga.

Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi Coquard yang kini berusia 34 tahun. Setelah berkali-kali finis sebagai runner-up di ajang Grand Tour, pembalap Prancis itu akhirnya mendapatkan kemenangan yang selama ini dinantikannya.

"Saya sudah sering finis kedua di Grand Tour. Saya berusia 34 tahun dan saya sangat bangga sekaligus sangat bahagia," ujar Coquard seusai finis.

Cofidis tampil solid sepanjang menuju finis. Meski tidak memiliki banyak spesialis lead-out papan atas, Coquard mendapat dukungan Alexis, sementara para pembalap spesialis tanjakan bertugas membawanya ke posisi ideal sebelum memasuki kilometer-kilometer terakhir.

Coquard kemudian memilih bertahan di belakang Jordi Meeus sebelum melakukan sprint. Strategi tersebut terbukti efektif karena ia memanfaatkan slipstream dan baru keluar dari bayang-bayang lawan pada sekitar 50 meter terakhir.

"Saya tahu ada sedikit angin dari depan dan samping, tetapi di dalam kota lebih terasa sebagai angin dari depan. Saya melakukan sprint pada saat yang tepat dengan memanfaatkan slipstream. Saya sangat bangga dan bahagia," katanya.

"Saya sudah menunggu lama untuk kemenangan ini dan saya juga sudah bekerja sangat keras. Ini hari yang luar biasa," lanjut Coquard.

Sementara itu, di balik kemenangan bersejarah Coquard, perhatian terbesar pada etape 8 justru tertuju pada Tadej Pogacar. Pemimpin klasemen umum (GC) Vuelta a España 2026 itu mengalami kecelakaan keras dan harus meninggalkan perlombaan 32 kilometer sebelum finis.

Pogacar terjatuh ketika peloton melaju menuju satu-satunya tanjakan utama hari itu, Puerto de Barx. Pembalap UAE Team Emirates-XRG tersebut berada di bagian depan rombongan ketika tiba-tiba bergerak ke arah kanan dan bertabrakan dengan pembalap lain sebelum terhempas ke jalan.

Pogacar mengalami luka serius pada bahu kiri dan sisi kiri wajahnya. Setelah mendapatkan perawatan beberapa menit di pinggir jalan, ia akhirnya dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Lengannya berada dalam penyangga, sementara bahu kirinya mendapat bantalan pelindung. Kondisi pasti cederanya belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Kecelakaan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Pogacar di Vuelta a España 2026 setelah delapan hari. Pembalap Slovenia itu sebelumnya memimpin klasemen umum sejak memenangi etape pembuka berupa time trial di Monaco.

Dengan Pogacar tidak lagi melanjutkan lomba, Enric Mas (Movistar) mengambil alih jersey merah. Mas merupakan tiga kali runner-up Vuelta a España dan kini mendapat peluang besar untuk memimpin persaingan klasemen umum (GC). (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...