KARAKTER lintasan speed gravel yang memadukan kecepatan tinggi menjadi magnet kuat bagi para penggemar olahraga sepeda. Sensasi itulah yang mendorong para cyclist dari berbagai latar belakang untuk menjajal daya tahan dan ketangkasan mereka dalam gelaran Nggravel Glenmore 2026 yang digelar pada 4 Oktober mendatang.

Trek sepanjang 100 kilometer yang membedah lanskap perkebunan tebu dan karet di kaki Gunung Raung ini menawarkan kombinasi unik. Yakni permukaan tanah padat, makadam halus, serta jalanan berpasir dan berkerikil halus. Identik dengan Unbound Gravel di Amerika Serikat.

Karakter rute itu memungkinkan pesepeda memacu kecepatan secara konsisten tanpa kehilangan elemen petualangan. Di Indonesia, rute gravel semacam ini cukup jarang ditemui, dan Mainsepeda menemukannya di Banyuwangi.

Sensasi kecepatan di atas permukaan non-aspal tersebut menjadi alasan utama dua peserta kategori 100 Km Men 34 & Under, Gede Gema dan Muhammad Iqbal Purwasito, mantap mengunci slot pendaftaran Nggravel Glenmore 2026.

Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel EJJ, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore

Baca Juga: Komunitas BioKA Mantap Terjun di Nggravel Glenmore Bekat Rayuan Warlok

Bagi Gede Gema (27), fotografer asal Bali yang terbiasa melahap rute jarak jauh di jalan raya, lintasan speed gravel Glenmore menjadi jawaban atas rasa jenuhnya terhadap kepadatan lalu lintas yang sering ditemuinya.

"Setelah main road, saya agak bosan sama jalan raya yang makin ruwet," ungkap Gema, ketika dihubungi Mainsepeda. "Mulailah main gravel. Awalnya diajakin temen, ternyata seru juga dan pikiran lebih tenang tidak ada kendaraan," paparnya.

Gede Gema mengaku bosan dengan rutinitas bersepeda road. 

Daya tarik utama Glenmore bagi Gema terletak pada profil jalurnya yang ramah kecepatan. "Karakter Glenmore ini lebih ke speed gravel, tidak terlalu taktis," ujarnya.

Untuk melahap rute tersebut, Gema menyiapkan setelan teknis khusus, mulai dari penggunaan ban GravelKing SK 43mm, drivetrain chainring 44t dengan sproket 11-51t, hingga rutin berlatih 60–70 km menembus pembatas sawah di Bali.

Di sisi lain, Muhammad Iqbal Purwasito datang dari disiplin yang berseberangan. Berbekal latar belakang kuat di arena Mountain Bike (MTB) dan pengalaman di Nggravel Blitar, pesepeda asal Malang itu sengaja beralih ke kategori gravel bike demi merasakan langsung dinamika melaju kencang di trek gravel.

Baca Juga: Keren! Dua Pembalap King Banana Polda Jatim Raih Podium Tour de Bintan 2026

Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore 2026, Inilah Panduan Regulasi dan Persiapan Buat Cyclist

"Penasaran aja sih. Biar pernah ikut race gravel. Sepertinya menarik turun di kategori gravel," ungkap Iqbal. Guna mengimbangi karakter rute Glenmore yang menuntut kombinasi laju cepat dan kontrol kemudi yang stabil, Iqbal mengandalkan ban ukuran 45c.

Latihan off-road sejauh 30–40 km di Malang serta sesi downhill tetap disisipkan untuk menjaga keluwesan teknis saat sepeda dipacu dalam kecepatan tinggi. Namun, yang paling terpenting adalah Iqbal mulai berpikir untuk menambah sesi latihannya.

"Mungkin perlu latihan ekstra sih kalau mengincar podium buat Glenmore besok karena mengingat lawannya ada (Yusuf) Kibar, ada Ethan (Batara)," candanya. 

Potret Muhammad Iqbal Purwasito. 

Seperti diketahui, Yusuf Kibar dan Ethan adalah pengisi daftar peringkat 1 dan 2 di kategori Gravel Men 34 and Under di Nggravel Blitar 2026 lalu. Kibar sendiri baru saja menorehkan prestasi apik usai merebut peringkat ketiga di ajang HYSK Gravel Classic Yakurai presented by Gravelking yang masuk dalam kalender UCI Gravel World Series pada akhir pekan lalu.

Sementara itu Ethan dikenal sebagai cyclist 'serbabisa' karena beberapa kali menjuarai event King of the Mountain (KOM) seperti Bromo KOM. 

Baca Juga: Yusuf Kibar Rebut Podium 3 HYSK Gravel Classic Yakurai 2026 dengan Stang Patah

Nggravel Glenmore Banyuwangi 2026 yang digelar pada 4 Oktober mendatang akan terbagi dalam dua kategori utama. Yang pertama adalah Kategori Race 100 KM. Sifatnya kompetitif, diperuntukkan bagi pemburu podium di kelas Gravel Bike dan MTB.

Lalu kategori yang satu lagi adalah Non-Race 80 KM. Karakternya non-kompetitif, dirancang untuk cyclist yang ingin menikmati wisata bersepeda menembus keindahan alam Banyuwangi sebelum batas waktu Cut-Off Time (COT).

Pendaftaran resmi Nggravel Glenmore 2026 dibuka melalui Mainsepeda App. Mengingat kuota peserta yang terbatas serta tingginya antusiasme para cyclist, oleh karenanya segara daftar! (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...