Tadej Pogacar tak mau terlalu jemawa setelah merebut jersey merah untuk pertama kalinya dalam kariernya di Vuelta a España.

Pembalap UAE Team Emirates-XRG itu memang langsung menunjukkan kekuatannya dengan memenangkan etape pembuka berupa time trial sejauh 9,4 kilometer di Monaco, Sabtu (22/8).

Meski demikian, Pogacar menilai hasil tersebut belum cukup untuk menggambarkan persaingan klasemen umum (GC).

Pogacar menjadi pemimpin Vuelta a España 2026 setelah mencatatkan waktu terbaik dengan keunggulan hanya 0,09 detik atas Ethan Hayter dari Soudal-QuickStep. Kemenangan tipis tersebut sekaligus menjadi kemenangan time trial pertamanya di ajang Grand Tour sejak tes tanjakan di Peyragudes pada Tour de France 2025.

Meski selisih dengan Hayter sangat kecil, hasil tersebut memberikan keuntungan penting bagi Pogacar dalam persaingan di GC. Ia unggul 18 detik atas rekan setimnya, Joao Almeida, dan 22 detik atas Primoz Roglic dari Red Bull-Bora-Hansgrohe.

Roglic menjadi salah satu pesaing utama Pogacar di klasemen umum saat ini. Namun, pembalap Slovenia itu masih dalam proses kembali ke performa terbaik setelah mengalami masalah latihan yang cukup serius. Sementara itu, Carlos Rodriguez menjadi pesaing GC berikutnya dengan jarak 27 detik, disusul Mattias Skjelmose yang tertinggal 29 detik.

Meski demikian, Pogacar meminta semua pihak tidak terlalu cepat menarik kesimpulan dari hasil time trial pembuka. Menurutnya, persaingan untuk podium Vuelta a España 2026 baru akan terlihat lebih jelas ketika balapan memasuki pegunungan.

"Saya belum melihat hasil hari ini, jadi saya tidak tahu siapa yang tampil bagus atau tidak. Namun, saya pikir hari ini bukan indikator terbaik untuk menentukan siapa yang akan berada di podium pada akhirnya," kata Pogacar.

Pogacar menunjuk etape keempat menuju Andorra sebagai ujian pertama yang benar-benar penting bagi para kandidat klasemen umum. Etape tersebut menjadi hari pertama balapan di pegunungan dalam Vuelta a España 2026.

"Kami melihat banyak pembalap dalam kondisi bagus di Vuelta a Burgos atau balapan lainnya, dan beberapa pembalap juga datang dari Tour de France. Saya pikir ini akan sangat menarik, tetapi kami akan benar-benar tahu siapa kandidat utama pada etape keempat di Andorra," ujarnya.

Keunggulan Pogacar juga belum menjamin dirinya akan lama mengenakan jersey merah. Ia menyadari bahwa peluang kehilangan posisi teratas tetap terbuka, terutama jika terjadi serangan dari kelompok breakaway atau hasil sprint yang membuat perbedaan waktu kembali berubah.

"Sudah ada peluang besar untuk kehilangan jersey ini, baik karena breakaway maupun etape sprint. Marginnya hari ini sangat, sangat kecil. Jadi, kami akan menikmati hari besok dengan mengenakan warna merah. Dan ya, itu saja," kata Pogacar. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?