JALUR gravel di Glenmore, Banyuwangi, memang bikin kangen. Karakternya unik dan menantang, dengan jalur tanah padat berkerikil dan jalanan lebar. Sangat mirip dengan ajang balap gravel legendaris Unbound Gravel di Kansas, Amerika Serikat.
Tak salah jika para cyclist ini mendaftar Nggravel Glenmore 2026 demi mencicipi lagi rute off-road di kawasan tersebut. Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin pernah melintasinya saat mengikuti ajang ultra-cycling East Java Journey (EJJ). Mereka sangat terkesan. Lantas penasaran kepingin menaklukannya lagi pada 4 Oktober 2026 mendatang.
Bagi Ilmiawan, gelaran Nggravel Glenmore 2026 menjadi kesempatan langka untuk melintasi rute off-road itu saat siang. Pasalnya, dalam dua partisipasi di ajang EJJ 1500 2025 dan 2026, ia selalu menembus segmen tersebut di bawah gulita malam.
"Saat EJJ 1500 tahun 2025 dari arah Glenmore menuju Banyuwangi, saya masuk segmen gravel jam 03.30 pagi," kenang Ilmiawan. "Sempat mutar-mutar di sekitar pemakaman karena ada beberapa jalan perkebunan tebu," lanjutnya, lantas tertawa.
Baca Juga: Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Baca Juga: Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
"Tahun 2026 dari arah sebaliknya, saya masuk Glenmore pas sudah gelap lagi. InsyaAllah di Nggravel Glenmore nanti baru pertama kali gowes gravel di Glenmore pas terang," harap pria yang berprofesi sebagai dosen itu.
Pada EJJ 2025, Ilmiawan melintasi rute tersebut menggunakan road bike berban 700x32mm. Nah, untuk Nggravel Glenmore 2026 mendatang, ia sudah menyiapkan set-up khusus berupa sepeda gravel dengan ban MTB berukuran 29x2 inci (700x51 mm) demi kenyamanan optimal di atas lintasan kerikil.
Ilmiawan Auwalin tertantang menaklukkan event Nggravel Glenmore 2026 setelah dua kali melewati rute itu saat mengikuti EJJ 2025 dan 2026.
Menghadapi ajang ini, Ilmiawan menjaga kebugaran di tengah padatnya jadwal akademik kampus pada periode Juli hingga Agustus. Latihan rutin ia kombinasikan antara jalan raya (road), indoor trainer, serta simulasi di ajang gravelan lokal kawasan Surabaya dan Sidoarjo.
Ilmiawan sudah pernah terjun di event gravel Mainsepeda. Tepatnya Nggravel Blitar 2026 pada April lalu. Ia berhasil berhasil finis urutan ke-7 kategori Race 100 KM Men Age 45 and Up. Namun, di Glenmore, Ilmiawan tidak memasang target muluk.
Baca Juga: Cari Sensasi Baru, Dua Debutan Tak Sabar Terjun ke Nggravel Glenmore 2026
Baca Juga: 3 Hal Tentang Nggravel Glenmore 2026 yang Perlu Disiapkan Para Cyclist
"Sebetulnya saya tidak ada target, tapi mencoba agak nge-push saja," ungkapnya. "Terbawa suasana race, jadi lebih semangat. Target utama finis sehat dan selamat under COT (Cut Off Time). Kalau dapat peringkat atas itu bonus," tutur dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga tersebut.
Di sisi lain itu, Wisli Sagara memanfaatkan ajang Nggravel Glenmore 2026 sebagai ajang nostalgia sekaligus arena pengujian bagi sepeda bambu terbarunya.
"Saya daftar Glenmore sebetulnya karena rutenya dan mau ngetes sepeda bambu Gravel edisi terbaru di rute fast gravel," ujar Wisli. "Dulu saat EJJ kan sudah pernah sedikit mencicipi rute Glenmore, jadi sudah kebayang bakal seru," ungkapnya.
Wisli Sagara dan sepeda bambu kesayangannya. Ia menggunakan Nggravel Glenmore 2026 sebagai ajang mengetes sepeda bambunya yang baru.
Menurut Wisli, karakter lintasan Glenmore sangat sesuai dengan ekspektasi pesepeda mancanegara terhadap kategori gravel yang sesungguhnya. Untuk itu, ia juga mengajak rekannya sesama pesepeda asal Australia, Stephen Lane, untuk menjajal trek tersebut.
"Ekspektasi pesepeda luar terhadap gravel itu jalur yang cepat, lebar, dan bisa dipacu. Karakter Glenmore ini cukup cocok dengan hal tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Komunitas Jagoan Mama, Berasal Dari Nama Strava Kini Rajin Menjajah Event Gowes
Baca Juga: Bu Fey Terjun di Bentang Jawa 2026, Berbekal Pengalaman di Paris dan Three Islands Journey
Untuk persiapan fisik, Wisli melakoni gowes endurance rutin yang diselingi latihan kekuatan (strength) dan interval. Dalam sepekan, ia membagi porsi latihan berupa dua kali rute aspal dan dua kali rute mix atau gravel.
"Prinsipnya saya enjoy saja. Seperti saat EJJ 1500 dulu, pace medium dan fun. Menikmati jalur Glenmore nanti sudah menjadi kepuasan tersendiri," pungkas Wisli.
Nggravel Glenmore Banyuwangi 2026 yang digelar pada 4 Oktober mendatang akan terbagi dalam dua kategori utama. Yang pertama adalah Kategori Race 100 KM. Sifatnya kompetitif, diperuntukkan bagi pemburu podium di kelas Gravel Bike dan MTB.
Lalu kategori yang satu lagi adalah Non-Race 80 KM. Karakternya non-kompetitif, dirancang untuk cyclist yang ingin menikmati wisata bersepeda menembus keindahan alam Banyuwangi sebelum batas waktu Cut-Off Time (COT).
Pendaftaran resmi Nggravel Glenmore 2026 dibuka melalui Mainsepeda App. Mengingat kuota peserta yang terbatas serta tingginya antusiasme para cyclist, oleh karenanya segara daftar! (Mainsepeda)