KAI NGEBEL KOM bakal menjadi ajang bagi komunitas-komunitas sepeda lokal untuk unjuk gigi. Salah satunya adalah Komunitas Bike Baik CC (B2C) Magetan. Mereka bersiap menerjunkan 18 anggotanya dalam event perdana Mainsepeda tersebut.

Keikutsertaan komunitas asal Jawa Timur itu bukan sekadar mengejar performa podium. Melainkan menikmati atmosfer kompetisi sekaligus merayakan penutup seri King of the Mountain (KOM) Mainsepeda musim ini.

Ketua B2C Magetan, Sukarno Hatta, atau yang akrab disapa Mak Shu, mengungkapkan bahwa karakter rute rintisan anyar menuju Telaga Ngebel menjadi daya tarik utama bagi para anggotanya.

"Tanjakannya relatif ringan, dan sangat cocok untuk pesepeda yang kurang menyukai medan berat," ujar Mak Shu. "Selain itu, pemandangan Telaga Ngebel sangat alami, dan lokasinya dekat dengan Magetan. Apalagi ini event KOM terakhir Mainsepeda tahun ini," papar dia.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata di Madiun untuk Peserta KAI Ngebel KOM 2026: Dari Keliling Dunia hingga Kulineran

Baca Juga: Official Jersey KAI Ngebel KOM 2026 Dirilis, Terinspirasi Kisah Naga Baru Klinting

Secara teknis, KAI Ngebel KOM 2026 menyajikan elevation gain sekitar 830 meter. Karakteristik medan yang terukur membuat ajang itu dinilai amat bersahabat. Terutama bagi para cyclist yang baru pertama kali mencicipi atmosfer kompetisi resmi.

Meski tergolong ringan bagi pesepeda berpengalaman, rute itu tetap menyajikan tantangan tersendiri. Yakni memacu kecepatan dalam ritme tinggi.

"Sangat cocok untuk newbie yang baru belajar ikut event. Saya jamin pasti masuk under cut-off time," tegas Mak Shu percaya diri. "Meski elevasi hanya sekitar 800-an meter, kalau kecepatannya tinggi ya tetap menarik. Begitu finis, peserta langsung disuguhi pemandangan telaga yang indah," tambahnya.

Menghadapi KAI Ngebel KOM 2026, B2C Magetan tidak membebankan target podium kepada para anggotanya. Fokus utama mereka adalah menikmati setiap kilometer rute. Dan saling bersaing mengalahkan rekan setimnya sendiri. Yang posisi belakang atau bahkan terkena Cut off Time (CoT) dipastikan akan jadi bahan candaan.

Baca Juga: Pengambilan Race Pack KAI Ngebel KOM 2026 Dipusatkan di Kantor DAOP 7, Akses Mudah

Baca Juga: Legenda Naga Baru Klinting, Kisah Epik di Ujung Finis Ngebel KOM 2026  

"Kebetulan di B2C tidak ada yang atlet, jadi ya cuma gowes happy saja. Mereka cuma mengejar target temannya sendiri. Paling nanti saling bully," canda Mak Shu, lantas terkekeh.

Tak hanya merampungkan KAI Ngebel KOM 2026, B2C Magetan menyelipkan agenda lain. Seusai menyelesaikan balapan, mereka berencana kembali ke Magetan dengan mengayuh pedal melewati jalur Parang dan Poncol demi menambah tantangan elevasi hingga 1.200 meter.

B2C Magetan berakar dari wadah kumpul para cyclist berkonsep 'bentang warung'. Itu adalah sebutan khas bagi pesepeda yang lebih mengutamakan rekreasi, interaksi sosial, dan santai tanpa mengejar kecepatan. Seiring berjalannya waktu, komunitas yang kini dihuni 32 anggota aktif.

KAI Ngebel KOM 2026 akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Event itu baru pertama kali digelar oleh Mainsepeda. KAI Ngebel KOM 2026 akan start dari Kantor PT KAI Daerah Operasional (DAOP) 7 Madiun dan finish di puncak Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo. Total jaraknya sekitar 75,5 Km dengan elevation gain 830 meter. (Mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?