Richard Carapaz (EF Education - EasyPost) tampil impresif dengan meraih kemenangan pada etape ke-18 Tour de France 2026 setelah menjadi yang tercepat di tanjakan Orcières-Merlette, Kamis (23/7). Ia menghadirkan kemenangan perdana bagi timnya pada edisi tahun ini.

Keberhasilan tersebut menjadi kemenangan etape kedua Carapaz sepanjang kariernya di Tour de France. Hasil itu juga membuka peluang lebih besar bagi sang pembalap untuk merebut jersey polkadot sebagai pemimpin klasemen raja tanjakan yang sementara masih dikuasai pemegang jersey kuning, Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG).

Carapaz mengaku kemenangan ini merupakan target utama tim sejak awal balapan. Ia mengatakan bahwa seluruh strategi difokuskan agar bisa masuk ke kelompok breakaway dan bertarung memperebutkan kemenangan etape.

"Hari ini benar-benar sangat gila. Target kami adalah masuk ke breakaway dan berusaha memenangi etape. Saya datang dengan tekad untuk menang dan itulah motivasi terbesar saya hari ini," ujar Carapaz usai balapan.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Menurutnya, kemenangan tersebut terasa istimewa karena harus menghadapi para pembalap berkualitas di kelompok terdepan.

"Breakaway hari ini diisi pebalap-pebalap hebat. Mauro Schmid sudah memenangi satu etape dan saya sangat menghormati semua rival di grup ini. Kami bekerja sama dengan sangat baik dan memahami peran masing-masing. Kemenangan ini terasa berbeda karena kualitas para pebalap yang berada di breakaway," katanya.

Balapan etape 18 berlangsung agresif sejak awal. Sejumlah serangan silih berganti terjadi hingga terbentuk kelompok terdepan yang terus bertambah jumlahnya setelah peloton mengendurkan tempo sekitar 110 kilometer menjelang finis.

Sejumlah nama seperti Egan Bernal, Valentin Paret-Peintre, dan Richard Carapaz kemudian berhasil menyusul ke kelompok depan. Di sprint antara, Mads Pedersen sukses mengamankan poin maksimal untuk klasemen sprinter.

Memasuki 56 kilometer terakhir, fokus perlombaan beralih ke perebutan kemenangan etape melalui tanjakan kategori satu menuju Orcières-Merlette. Intensitas balapan meningkat dan beberapa pebalap mulai tertinggal.

Menjelang 25 kilometer terakhir, Matteo Jorgenson beberapa kali mencoba melepaskan diri dari rombongan terdepan. Namun setiap serangannya mampu direspons para pesaing sehingga kelompok utama tetap bersama hingga memasuki tanjakan terakhir.

Enam pembalap akhirnya menjadi kandidat utama pemenang etape, yakni Richard Carapaz, Matteo Jorgenson, Valentin Paret-Peintre, Mauro Schmid, Tobias Halland Johannessen, dan Raúl García Pierna.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit

Sementara itu, situasi berbeda dialami UAE Team Emirates-XRG. Tim pemimpin klasemen umum tersebut kehilangan Brandon McNulty yang memutuskan mundur dari perlombaan setelah mengalami dampak kecelakaan saat menjalani sesi pengenalan lintasan time trial beberapa hari sebelumnya. Selain itu, Adam Yates juga belum tampil maksimal karena masih terganggu kondisi kesehatan.

Persaingan mencapai puncaknya ketika rombongan memasuki tanjakan Orcières-Merlette. Jorgenson kembali melancarkan serangan, tetapi Carapaz mampu mengikutinya dengan tenang.

Sekitar empat kilometer menjelang finis, Carapaz melancarkan akselerasi keras yang hanya mampu diikuti Valentin Paret-Peintre. Tidak lama kemudian, Mauro Schmid dan Jorgenson kembali menyambung ke depan.

Momentum penentu hadir ketika Carapaz melihat para rival mengambil jalur berbeda di sisi jalan. Pembalap Ekuador itu langsung melakukan akselerasi kedua yang jauh lebih eksplosif hingga menciptakan jarak aman. Tidak ada lagi pebalap yang mampu mengejarnya sampai garis finis.

Kemenangan tersebut sekaligus menghidupkan peluang Carapaz dalam perebutan jersey raja polkadot. Saat ini ia semakin dekat dengan silisih tujuh poin dengan Tadej Pogacar yang masih memimpin klasemen raja tanjakan.

"Target utama kami memang memenangkan etape. Namun sekarang kami akan memasuki pegunungan yang sesungguhnya dan masih banyak poin yang bisa diperebutkan. Jika Tadej terus meraih poin tentu akan sulit, tetapi saya akan mencoba. Saya ingin bisa mengenakan jersey itu hingga finis di Paris. Itu akan menjadi sesuatu yang sangat indah," ujar Carapaz. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Kamboja Menuju Produsen Sepeda Utama Dunia?