Jasper Philipsen akhirnya memecahkan kebuntuannya di Tour de France 2026. Pembalap Alpecin-Premier Tech itu meraih kemenangan perdana setelah menjadi yang tercepat pada etape ke-17 yang berlangsung dari Chambéry menuju Voiron sejauh 175 kilometer, Rabu (22/7).

Philipsen mengungguli Mauro Schmid (Jayco-AlUla) di posisi kedua dan Olav Kooij (Decathlon CMA CGM) yang finis ketiga setelah memenangi sprint dari kelompok breakaway yang berlangsung dalam balapan penuh drama.

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi sprinter asal Belgia itu setelah melewati lebih dari dua pekan yang sulit. Hasil ini sekaligus membuat persaingan klasemen poin atau jersey hijau semakin ketat.

Meski gagal memenangkan etape, Mads Pedersen (Lidl-Trek) tetap menunjukkan agresivitas sejak awal balapan. Pemilik green jersey itu sukses mengamankan sprint antara dan mengoleksi poin maksimal sebelum akhirnya kehilangan momentum pada sprint terakhir.

Pedersen harus puas finis di posisi kedelapan setelah tidak mampu mengikuti akselerasi Philipsen yang mendapat dukungan sempurna dari rekan setimnya, Mathieu van der Poel, pada kilometer-kilometer terakhir.

Akibat hasil tersebut, selisih poin Pedersen di klasemen jersey hijau kini hanya tersisa tujuh angka dari Philipsen, membuat perebutan gelar sprinter terbaik semakin terbuka menjelang etape-etape penutup.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison

Philipsen mengaku lega akhirnya mampu mengakhiri penantian panjangnya di Tour de France edisi tahun ini. Ia menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terus memberikan kepercayaan kepadanya.

"Setelah melewati begitu banyak naik turun emosi di Tour de France ini, saya akhirnya bisa menang di etape 17. Saya datang dengan persiapan yang sangat baik dan merasa berada dalam kondisi terbaik sepanjang karier, tetapi 12 hari pertama benar-benar sangat sulit. Saya tidak menemukan performa yang saya harapkan," ujar Philipsen.

Ia menambahkan, "Kemenangan ini benar-benar untuk seluruh tim yang terus percaya kepada saya. Mereka tidak pernah berhenti mendukung dan terus berjuang hingga akhirnya kami berhasil menang di etape 17."

Di sisi lain, Pedersen mengaku sangat kecewa setelah mengerahkan seluruh kemampuannya sepanjang etape, tetapi justru kehilangan banyak poin dari rival utamanya.

"Tidak ada gunanya tampil impresif jika targetnya tidak tercapai. Ini hari yang buruk dan kami kehilangan banyak poin. Bukan hasil yang kami harapkan, tetapi kami harus menerima situasi ini dan berusaha meraih poin sebanyak mungkin pada etape berikutnya," ujarnya.

Etape ke-17 berlangsung dengan tempo tinggi sejak kilometer awal. Lidl-Trek menjadikan etape ini sebagai kesempatan penting bagi Pedersen untuk mempertahankan jersey hijau sehingga berbagai upaya breakaway langsung mendapat respons dari kelompok utama.

Sejumlah nama seperti Baptiste Veistroffer dan Jonas Abrahamsen sempat mencoba melepaskan diri, tetapi selalu berhasil dikejar peloton.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 14: Pogacar Melesat, Vingegaard Tertinggal 4 Menit

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 13: Mauro Schmid Pecah Telur, Pogacar Masih Memimpin GC

Serangan demi serangan terus terjadi di beberapa tanjakan. Upaya yang dipimpin Mathieu van der Poel juga sempat memecah rombongan, namun Pedersen beberapa kali memastikan balapan kembali menyatu.

Persaingan semakin sengit ketika kelompok breakaway berisi 16 pembalap akhirnya terbentuk. Di dalamnya terdapat sejumlah nama besar seperti Egan Bernal, Jai Hindley, Quinn Simmons, Mathieu van der Poel, Matej Mohoric, Alex Baudin hingga Einer Rubio.

Pedersen kemudian melancarkan serangan besar sekitar 65 kilometer menjelang finis. Ia berhasil menyusul kelompok terdepan bersama sejumlah pembalap lain, sementara Philipsen harus mengejar dari kelompok berikutnya.

Strategi Pedersen sempat membuahkan hasil ketika ia memenangi sprint antara dan meraih 25 poin penuh, sedangkan Philipsen hanya memperoleh tujuh poin.

Namun situasi berubah drastis menjelang finis. Setelah kelompok-kelompok pembalap kembali bergabung, Alpecin-Premier Tech memainkan strategi sempurna.

Mathieu van der Poel tampil sebagai pengantar sprint yang ideal. Akselerasinya di tikungan terakhir membuka jalan bagi Philipsen untuk melesat tanpa mampu diikuti Pedersen maupun para pesaing lainnya.

Sementara itu, pemimpin klasemen umum Tadej Pogacar (UAE Team Emirates XRG) memilih menghindari risiko pada etape yang lebih menguntungkan para sprinter.

Pogacar finis bersama kelompok favorit sekitar 8 menit 46 detik di belakang pemenang dan tetap mempertahankan yellow jersey dengan keunggulan 4 menit 32 detik atas Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe).

Isaac del Toro yang sempat tertinggal pada awal balapan juga berhasil kembali ke kelompok utama dan tetap berada di posisi ketiga klasemen umum dengan selisih 6 menit 51 detik. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit
Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping