Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) menegaskan, kondisi fisiknya sudah berada di jalur yang tepat menjelang Tour de France 2026. Ia mengaku persiapan yang dijalani selama beberapa bulan terakhir berjalan sesuai rencana dan membuatnya merasa lebih kuat dibanding musim lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Pogacar setelah menutup Tour de Suisse 2026 dengan hasil gemilang. Pembalap asal Slovenia tersebut berhasil merebut gelar juara umum (GC) sekaligus memenangi tiga dari lima etape di ajang ini.

Keberhasilan di Tour de Suisse menjadi sinyal positif bagi Pogacar yang tengah memburu gelar kelima Tour de France dalam kariernya.

“Tidak banyak yang bisa ditambahkan. Tinggal sekitar 10 hari atau hampir dua minggu lagi menuju Tour de France, jadi tidak banyak yang bisa dilakukan selain beberapa latihan spesifik. Kondisi fisik seharusnya sudah siap,” ujar Pogacar.

Penampilan Pogacar sepanjang balapan juga menunjukkan keunggulan yang mencolok atas para pesaingnya. Ia menutup kompetisi dengan keunggulan 6 menit 32 detik atas Richard Carapaz yang menempati posisi kedua klasemen umum.

Bagi Pogacar, kemenangan di Tour de Suisse bukan sekadar tambahan prestasi, tetapi juga suntikan kepercayaan diri menjelang balapan terbesar musim ini.

“Itu adalah target dan keinginan yang sudah lama ada dalam daftar saya. Saya sangat senang bisa mencapainya bersama tim. Hasil ini juga memberi saya banyak kepercayaan diri untuk Tour de France,” katanya.

Sebelum tampil di Tour de Suisse, Pogacar memilih fokus menjalani pemusatan latihan di Sierra Nevada setelah terakhir kali berlomba saat menjuarai Tour de Romandie pada awal Mei. Program latihan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor utama yang membuat performanya semakin meningkat.

“Kami menjalani latihan yang sangat baik. Banyak waktu kami habiskan bersama rekan satu tim dan pekerjaan besar sudah dilakukan. Saya sangat puas,” ujar Pogacar kepada L'Equipe.

Pogacar bahkan mengungkapkan hasil tes latihan yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

“Selama pemusatan latihan, ada satu tanjakan yang saya gunakan untuk tes tahun lalu. Saat itu saya mencatat waktu yang sangat bagus dan berpikir tidak mungkin bisa lebih cepat lagi. Namun tahun ini saya kembali mencobanya dan hasilnya jauh lebih cepat. Dari sudut pandang latihan, saya bisa mengatakan bahwa saya lebih kuat,” ungkapnya.

Indikasi performa terbaik Pogacar juga terlihat saat etape kelima Tour de Suisse. Ia berhasil mengejar Lenny Martinez dari Bahrain Victorious untuk merebut kemenangan dalam kondisi cuaca panas yang ekstrem.

Menurutnya, etape tersebut menjadi simulasi yang ideal untuk menghadapi tantangan di Tour de France, yang diperkirakan akan berlangsung dalam kondisi serupa.

“Kondisinya mungkin akan mirip dengan Tour de France, dengan cuaca panas dan akumulasi tanjakan sebelum pendakian terakhir. Jadi ini menjadi kesempatan bagus untuk menguji kaki dan paru-paru saya,” jelas Pogacar.

Setelah menyelesaikan Tour de Suisse, Pogacar akan kembali ke Monaco untuk beristirahat. Ia kemudian dijadwalkan melanjutkan latihan di ketinggian bersama rekan-rekan setimnya sebelum berangkat ke Barcelona untuk Grand Départ Tour de France 2026. (mainsepeda)

Populer

Joyce Leong, Pendiri Klub Sepeda Terbesar Singapura 'Joyriders' Meninggal Dunia
Tour de Suisse 2026-Etape 5: Dominasi Berlanjut, Tadej Pogacar Juara Overall
Tadej Pogacar Akui Sudah Siap Hadapi Tour de France 2026
Mengenang Sang Superman, Freedom CC Gelar Tribute Ride untuk Budi Wongsodirjo
Tour de Suisse 2026-Etape 4: Pogacar Kalahkan Van der Poel di ITT
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Belum Puas di Bromo KOM, 3 Cyclist Bidik "Penebusan" di Ngebel KOM 2026
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Banyuwangi BMX Supercross 2026 Siap Digelar, Ratusan Pembalap Ambil Bagian
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!