GELARAN Bromo KOM 2026 boleh saja usai. Namun rasa penasaran rupanya masih tertinggal di benak beberapa cyclist. Bagi sebagian peserta, menaklukkan tanjakan Wonokitri belum memberikan kepuasan penuh atas performa mereka. Kini, seri baru dari Mainsepeda, Ngebel KOM Challenge 2026, hadir sebagai panggung "penebusan".
Tiga cyclist dengan latar belakang berbeda berbagi cerita tentang ambisi baru mereka. Yakni Jefri Gabriel Tjong, Agus Sukma Yogiswara, dan Nail Rasyad. Ketiganya membawa misi yang sama ke Ponorogo: memperbaiki catatan waktu, menguji limitasi diri, dan menaklukkan rute baru Telaga Ngebel.
Bagi Jefri Gabriel Tjong, jarak bukan halangan untuk menyalurkan hobi. Cyclist asal Jakarta yang kini berdomisili di Singapura itu sudah empat kali mencicipi ketatnya Bromo KOM. Namun, hasil performa terakhirnya di Bromo KOM 2026 pada 6 Juni lalu dirasa kurang memuaskan.
"Pernah liat video teman nanjak ke Telaga Ngebel. Penasaran pengen rasain," ungkap Jefri kepada Mainsepeda. "Sama karena kurang puas sama hasil Bromo KOM kemarin. Mau coba improve di Ngebel KOM," lanjutnya dengan bersemangat.
Baca Juga: Para Debutan Siap Terjun di Ngebel KOM 2026, View Menawan hingga Terpapar Video Teman
Baca Juga: Cerita Pulang Kampung di Bromo KOM Setelah 11 Tahun, Kawindra Kini Fokus Ngebel KOM 2026
Sebagai pekerja kantoran yang menghabiskan weekday di dalam ruangan, Jefri melatih fisiknya lewat kombinasi indoor training dan lari. Dengan latar belakang hobi hiking, Jefri selalu ketagihan dengan kepuasan mencapai puncak tanjakan.
"Sama kayak naik gunung. Satisfying feeling pas sampai puncak yang bikin nagih," ujar Jefri.
Karena keterbatasan rute menanjak di Singapura, Jefri memaksimalkan latihan di trainer dengan fokus menaikkan nilai FTP (Functional Threshold Power) dan strength training. Kesempatan melibas tanjakan nyata biasanya ia lakukan saat melakukan perjalanan ke Indonesia. Rute favoritnya adalah sekitar Jawa Barat, seperti Hambalang, KM 0, dan Rindu Alam.
Menariknya, Jefri juga sudah membidik tantangan berikutnya tahun depan: Nggravel Blitar. Namun terdekat, rasa penasarannya pada Telaga Ngebel harus tuntas lebih dulu.
Cerita berbeda datang dari Agus Sukma Yogiswara. Berdomisili di Denpasar, Bali, Agus sebenarnya mencatatkan hasil yang impresif pada debutnya di Bromo KOM 2026. Ia berhasil finis dengan catatan waktu cukup tajam. Yakni 2 jam 46 detik. Ia bertengger peringkat 19 di Men Age Category 35-39.
Baca Juga: Kelar Bromo KOM, Bunda Fey Langsung Tatap Bentang Jawa dan Ngebel KOM 2026
Baca Juga: Endurance 200 KM, dari Surabaya ke Telaga Ngebel
Meski terhitung sukses untuk seorang debutan, Agus enggan berpuas diri. Menghadapi Ngebel KOM Challenge 2026, ia memilih untuk bersikap realistis, namun tetap kompetitif.
"Tidak ada ekspektasi. Belum kelihatan pola latihan sekarang seperti apa, yang pasti under CoT. Mungkin menambah akselerasi, latihan saya buat lebih variasi," kata Agus.
Sebagai pembalap penghobi, Agus memegang prinsip kuat bahwa kunci performa terletak pada kedisiplinan tiga hal: latihan rutin, nutrisi, dan tidur yang cukup. Selama hari kerja, ia fokus berlatih di atas trainer, lalu berburu tanjakan langsung di pegunungan Bali setiap akhir pekan.
Jika Jefri dan Agus fokus pada peningkatan power, Nail Rasyad menjadikan Ngebel KOM 2026 sebagai arena transisi. Cyclist asal Temanggung yang saat ini sedang menempuh studi di Bandung itu terbiasa dengan atmosfer event ultra-cycling. Tahun ini, ia sengaja mengambil paket bundling Bromo dan Ngebel untuk mencari suasana baru di rute yang lebih pendek, tapi nanjak.
Baca Juga: EJJ 2025 1500 KM: Ramai Menikmati Keindahan Telaga Ngebel
Baca Juga: Cerita Unik Juara Bromo KOM 2026, Jersey Keramat hingga Hiatus Sosial
Di Bromo KOM 2026 lalu, Nail finis dengan waktu 2 jam 40 menit. Catatan waktu yang aman karena ia sengaja bermain konservatif. Menjaga pace tetap di zona nyaman, sekaligus menjaga kondisi dengkulnya yang baru pulih dari cedera setelah event ultra akhir tahun lalu.
"Saya merasa masih di zona nyaman sehingga ketika finis badan tidak merasa hancur. Apalagi setelahnya saya masih harus gowes balik lagi ke Surabaya," kenang Nail.
Namun, melihat peta persaingan di kategorinya saat Bromo KOM, ego kompetitif Nail terusik. Untuk Ngebel KOM, ia berencana merombak total pola latihannya. Ia ingin latihannya lebih terstruktur; memetakan kapan harus endurance, interval, hingga recovery ride.
Targetnya di Ngebel KOM cukup spesifik: mengubah gaya berkendara long-steady khas ultra menjadi lebih agresif agar bisa menempel peloton utama sejak start. Nail menganggap rute baru ini sebagai laboratorium untuk menguji efektivitas program latihan barunya.
Ngebel KOM 2026 diselenggarakan pada 1 Agustus 2026. Event itu akan mengeksplorasi tanjakan menuju puncak Telaga Ngebel di Ponorogo yang sangat indah. Pendaftaran event tersebut sudah dibuka, dan proses registrasi dilakukan melalui Mainsepeda App. (Mainsepeda)