BROMO KOM 2026 selalu punya cara untuk menggerakkan cyclist dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satu yang tergerak itu adalah rombongan Serang Road Bike (SRB). Para anggotanya menempuh perjalanan darat ratusan kilometer menggunakan bus khusus, demi bisa ambil bagian di event tanjakan paling bergengsi di Indonesia itu.
Dipimpin ketuanya, Amin Priyanto, rombongan SRB berangkat dari Serang, Banten, pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB. Mereka menyewa satu bus besar untuk mengangkut peserta sekaligus sepeda menuju Surabaya. Bukan sembarang bus. Karena setengah dari kabin penumpangnya sudah dimodifikasi. Setengah bangku penumpang dihilangkan agar bisa menampung puluhan sepeda di dalamnya.
"Kita 20-an orang di bus ini. Bus ini memang khusus untuk (mengangkut) sepeda," ungkap Amin. "Berangkat dari Serang dini hari, sampai Surabaya langsung ke sini untuk ambil race pack," lanjutnya, lantas tersenyum.
Para anggota Serang Road Bike berpose di dalam bus yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut sepeda sebelum RPC di Surabaya Town Square, 4 Juni 2026.
Komunitas mereka ternyata jumlahnya lebih dari itu. Masih ada beberapa anggota lain yang menyusul menggunakan dua mobil terpisah. "Jadi total nanti ada sekitar 30 orang dari komunitas kami yang ikut Bromo KOM tahun ini," jelas Amin.
Menyewa bus menjadi pilihan yang sudah dipertimbangkan matang oleh SRB. Selain lebih hemat, cara itu dinilai jauh lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh. "Dengan menggunakan bus, praktis setiap orang hanya perlu iuran sekitar Rp2 juta untuk akomodasi dan transportasi," urainya.
Tak hanya soal biaya, keamanan sepeda juga menjadi pertimbangan penting. Menurut Amin, ia dan teman-temannya merasa lebih aman, karena sepanjang perjalanan sepeda ada bersama mereka. Tidak takut hilang, tertinggal, atau salah penanganan di kargo.
Alasan lain adalah soal kebersamaan yang tercipta selama perjalanan. Dengan naik bus bareng-bareng, para anggota bisa ngobrol intim dan akrab. "Kami semua sangat enjoy naik jalur darat seperti ini. Jadi bisa lebih santai, bisa mampir, kulineran, dan sebagainya," lanjutnya.
Berangkat dari Serang pada Kamis, pukul 03.00 WIB, anggota SRB langsung menuju ke Sutos untuk mengambil race pack.
Berangkat dari Serang pada Kamis, pukul 03.00 WIB, anggota SRB langsung menuju ke Sutos untuk mengambil race pack.
Bagi anggota Serang Road Bike, Bromo KOM sudah menjadi agenda tahunan yang wajib diperjuangkan. Tidak sedikit anggota yang telah berulang kali mengikuti event tersebut. Ada yang empat kali, ada yang lima kali. Tapi, kata Amin, ada juga yang baru pertama ikut.
Tingginya antusiasme anggota komunitas terhadap Bromo KOM bukan tanpa alasan. Menurut Amin, ada kebanggaan tersendiri ketika berhasil menaklukkan tanjakan menuju Wonokitri. Ia menjelaskan, di komunitasnya ada beberapa orang yang pernah ikut tapi gagal finish. Nah, mereka penasaran sehingga ikut lagi.
"Di komunitas kami, Bromo KOM selalu jadi event tahunan yang antusiasmenya paling tinggi. Karena bisa menyelesaikan atau finish Bromo KOM itu adalah prestasi yang luar biasa," ujarnya.
Amin Priyanto, ketua SRB, menata sepeda di dalam bus sebelum berangkat ke Surabaya, Kamis, 4 Juni 2026.
Selain tantangan tanjakan, atmosfer event juga menjadi daya tarik yang sulit ditandingi event lain. Mereka senang melihat event cycling yang diikuti begitu banyak peserta. Apalagi, pesertanya bukan hanya dari berbagai wilayah Indonesia. Tapi juga dari mancanegara.
Bahkan, Amin tanpa ragu menempatkan Bromo KOM sebagai event nomor satu di Indonesia. "Kami bisa bilang event cycling apa pun kalah dengan Bromo KOM. Dari sisi skala, hype, sampai kualitas penyelenggaraannya. Pendaftarannya selalu penuh," paparnya takjub.
"Makanya kami selalu siapkan dan agendakan jauh-jauh hari untuk event ini. Sudah paling top lah untuk event sepeda," pujinya, lagi-lagi diiringi senyum.
Amin selalu berpesan kepada anggota komunitasnya. Agar mereka selalu mengusung spirit saling mendukung. "Kami semua saling menyemangati, saling ngompori supaya bisa finish di bawah COT," tutup Amin. (Mainsepeda)