Fredrik Dversnes mencuri perhatian pada etape ke-15 Giro d’Italia 2026 setelah merebut kemenangan dalam balapan menuju Milan, Minggu (24/5). Pembalap Uno-X Mobility itu tampil mengejutkan dengan mengalahkan tiga rider lain dalam sprint akhir usai memanfaatkan kekacauan yang terjadi di kelompok utama.

Dversnes finis terdepan setelah melesat pada meter-meter terakhir, mengungguli Mirco Maestri (Polti-VisitMalta) yang harus puas di posisi kedua. Sementara Martin Marcellusi (Bardiani-CSF 7 Saber) dan Mattia Bais (Polti VisitMalta) finis ketiga dan keempat.

Etape datar sepanjang 157 kilometer dari Voghera menuju Milan sejatinya diprediksi berakhir lewat sprint massal. Namun skenario berubah total ketika empat pembalap breakaway mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis.

Situasi balapan sempat memanas setelah sejumlah tim dan pembalap klasemen umum (GC) memprotes kondisi sirkuit akhir di Milan yang dianggap berbahaya. Trek yang harus dilalui hampir lima putaran itu dinilai terlalu sempit dengan beberapa tikungan teknis serta pembatas jalan yang menjorok ke lintasan.

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026-Etape 14: Vingegaard Dominan dan Rebut Maglia Rosa

Diskusi panjang antara perwakilan tim dan penyelenggara, membuat ritme pengejaran peloton terganggu. Momentum tersebut dimanfaatkan sempurna oleh kelompok terdepan untuk menjaga jarak aman dari kejaran rombongan besar.

Beberapa sprinter mulai panik saat peluang kemenangan semakin menjauh. Lidl-Trek bahkan mengorbankan pembalap andalan untuk GC, Derek Gee-West, untuk membantu pengejaran terhadap kelompok breakaway.

Meski demikian, keberhasilan Dversnes dan tiga rider lainnya tidak semata-mata disebabkan kekacauan di belakang. Sejak awal etape, mereka tampil agresif dan membangun keunggulan hingga tiga menit dengan kecepatan tinggi. Balapan pun berlangsung sangat cepat dengan rata-rata kecepatan mencapai 51,3 kilometer per jam.

Pada akhirnya, penyelenggara memutuskan menetralkan catatan waktu klasemen umum mulai lap terakhir sepanjang 16,3 kilometer demi alasan keselamatan. Keputusan tersebut membuat Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) tetap mempertahankan posisi puncak klasemen GC menuju pekan terakhir Giro d’Italia 2026.

BACA JUGA: Bromo KOM 2026: Ketika Para Remidial Tak Pernah Kapok Tuntaskan Misi Finis Bahagia

Dversnes mengungkapkan bahwa kemenangan ini menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya. Ia mengaku sejak awal percaya memiliki peluang jika mampu bertahan di depan hingga akhir balapan.

"Saya memang cukup bagus saat berada di breakaway, jadi ini kesempatan besar saya. Ketika kami masih unggul dua menit menjelang akhir lomba, saya mulai berpikir peluang itu benar-benar ada," katanya.

Pembalap asal Norwegia itu juga mengungkapkan, dirinya sempat bercanda sepanjang Giro d’Italia bahwa ia ingin "menipu" peloton dalam etape sprint. "Saya benar-benar ingin membuktikannya. Saya sangat senang akhirnya bisa melakukannya," tutur Dversnes.

Etape ke-15 menjadi penutup pekan kedua Giro d’Italia 2026, sebelum para pembalap memasuki fase krusial di pekan terakhir. Persaingan perebutan maglia rosa dipastikan semakin sengit dengan sejumlah etape pegunungan berat masih menanti. (mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping
Pulang dari Jerman, Ethan Batara Jatuh Cinta Event Sepeda Indonesia
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
Febrianta Heru Ngeloop 1.500 Km di PIK 2 Loop Selama 102 Jam
Rayakan Kemenangan Pogacar, Colnago Rilis V3Rs Capsule Collection
Pinarello Dogma F, Senjata Anyar Ineos Grenadiers
Brompton Luncurkan Empat Warna Baru untuk 2020