Paul Magnier (Soudal Quick-Step) merebut maglia rosa (jersey pink) pertama dalam etape pembuka Giro d’Italia 2026 di di Nessebar, Bulgaria pada Jumat (8/5). Pembalap Prancis itu memastikan jersey pink usai menjadi yang tercepat dalam sprint kelompok kecil yang tersisa setelah kecelakaan massal terjadi menjelang garis finis.

Magnier tampil sempurna dalam menentukan saat sprint. Magnier berhasil menyalip Tobias Lund Andresen dari tim Decathlon CMA CGM pada meter-meter akhir untuk merebut kemenangan perdana di ajang Grand Tour sepanjang kariernya.

Ethan Vernon dari NSN Cycling harus puas finis di posisi ketiga. Sementara favorit utama sprint, yakni Jonathan Milan dari Lidl-Trek, hanya mampu mengakhiri balapan di peringkat keempat.

Kemenangan ini sekaligus menghadirkan jersey pink pertama bagi Magnier di Giro d’Italia, serta menjadi kemenangan WorldTour pertamanya musim ini.

"Saya sangat bangga dengan tim dan juga performa saya hari ini," ujar Magnier seusai balapan.

"Saya sebenarnya sudah senang bisa memulai Giro dengan kondisi yang bagus dan memakai jersey spesial dari Castelli. Sekarang saya bisa menggantinya dengan jersey pink, dan itu luar biasa,” lanjutnya.

Etape pembuka Giro berlangsung dramatis setelah kecelakaan besar terjadi sekitar 600 meter sebelum finis. Insiden ini melibatkan sejumlah pembalap unggulan, termasuk Kaden Groves dan Dylan Groenewegen, sehingga memecah rombongan utama.

Karena kecelakaan terjadi di kilometer terakhir, seluruh pembalap yang terdampak tetap mendapatkan catatan waktu yang sama sesuai regulasi balapan. Namun, jalur yang tertutup akibat insiden membuat mayoritas sprinter gagal ikut bersaing dalam perebutan kemenangan.

Magnier mengakui bahwa situasi menuju finis berlangsung sangat kacau. Hal ini karena sebagian besar pembalap masih memiliki tenaga penuh pada etape pembuka.

"Etape ini relatif mudah sehingga semua pembalap masih segar. Kami tahu jalur sempit di akhir akan sangat berbahaya, jadi kami berusaha berada di posisi depan. Jasper Stuyven dan Dries Van Gestel melakukan pekerjaan yang luar biasa sebelum sprint terakhir,” katanya.

Pembalap 22 tahun ini mengaku puas bisa mengalahkan deretan sprinter papan atas dalam debut persaingannya di Giro d’Italia. "Ini pertama kalinya saya beradu sprint melawan para sprinter terbaik dalam balapan sebesar ini. Saya sangat senang bisa mengalahkan mereka lewat kerja tim yang hebat," tutur Magnier.

Sebelum drama di kilometer akhir terjadi, jalannya etape berlangsung relatif tenang. Diego Pablo Sevilla dari tim Polti VisitMalta dan Manuele Tarozzi dari Bardiani CSF 7 Saber sempat memimpin breakaway sejak 137 kilometer menjelang finis.

Sevilla sukses mengamankan poin klasifikasi pegunungan (KOM) di tanjakan kategori empat Cape Agalina. Sedangkan Tarozzi memenangi intermediate sprint dan Red Bull KM. Keduanya akhirnya tertangkap kembali saat balapan menyisakan 23 kilometer.

Soudal Quick-Step, Lidl-Trek, dan NSN Cycling tampil dominan dalam penguasaan posisi pada lima kilometer terakhir sebelum kecelakaan besar mengubah jalannya sprint penentuan.

Sementara itu, Tobias Lund Andresen (Decathlon CMA CGM) mengaku kecewa gagal merebut kemenangan meski finis di posisi kedua. "Sejujurnya, jika bukan Paul Magnier yang berada di belakang saya, mungkin saya bisa menang. Saya bangga, tetapi juga kecewa karena kesempatan mengenakan jersey merah muda sangat besar hari ini,” katanya. (mainsepeda)

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 21: Enric Mas Juara, Johannessen Menang di Granada
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Isaac del Toro Juara GP Montreal 2026, Sinyal Kuat Jelang Kejuaraan Dunia
Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tour de Surakarta Digelar 10 Oktober 2026, Siap-Siap Nikmati Keindahan dan Kenyamanan Solo
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam